Business Development Director Indonesia Packaging Federation, Ariana Susanti, menekankan bahwa kemasan kini bukan sekadar pelindung, melainkan bagian penting dari strategi pemasaran. Menurutnya, kualitas kemasan berperan besar dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan nilai jual produk.
Ia menyebut Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang mampu bersaing dengan negara lain di Asia Tenggara. Namun, tanpa dukungan branding dan kemasan yang kuat, potensi tersebut sulit berkembang optimal di pasar global. Karena itu, kolaborasi antara produsen, desainer, dan pelaku industri percetakan menjadi sangat penting.
Ahmad Mughira Nurhani, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) menyoroti tantangan industri percetakan di tengah pergeseran era digital. Meski permintaan cetak konvensional menurun, sektor ini tetap memiliki peran vital dalam mendukung kebutuhan kemasan dan branding produk.
Ia juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi, termasuk kewajiban penggunaan bahan food grade untuk kemasan makanan yang bersentuhan langsung dengan produk. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri percetakan untuk meningkatkan kualitas dan standar produksi.
Ketua Umum Dewan Teh Indonesia, Iriana Ekasari, menyoroti pentingnya hilirisasi industri teh nasional. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar, namun masih perlu memperkuat pengolahan produk hilir agar mampu memenuhi selera pasar modern.
Ia menambahkan bahwa tren konsumsi saat ini mulai bergeser ke produk teh dengan cita rasa unik dan inovatif. Melalui pameran ini, berbagai edukasi seperti kelas flavoring teh diberikan kepada pelaku UMKM dan industri kafe agar mampu menciptakan produk yang sesuai dengan tren.
Dengan kolaborasi lintas sektor yang terbangun dalam pameran ini, Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri kreatif di Indonesia. Pameran ini menjadi ajang promasi sekaligus ruang strategis untuk memperkuat jejaring, meningkatkan kualitas produk, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha local