nasional

Penerima Manfaat 8,56 juta, Dukungan Kodam V Brawijaya Kuatkan Program MBG di Jatim

Rabu, 4 Maret 2026 | 21:09 WIB
Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, menjadi pembicara dalam Rapim Kodam V Brawijaya Tahun 2026 di Surabaya. (Ist)

Surabaya, SUARA PEMBARUAN - Dukungan Komando Daerah Militer (Kodam) V Brawijaya, menguatkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur. Sampai 2 Maret 2026, jumlah penerima manfaat MBG di provinsi ini tercatat 8,56 juta orang, didukung oleh 3.743 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan total 153.736 petugas. Dari jumlah tersebut, 3.225 SPPG telah beroperasi dan 518 lainnya dalam tahap persiapan.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi atas peran aktif Kodam V Brawijaya, mendukung keberhasilan program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto. Termasuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Pangdam dan seluruh jajaran atas support luar biasa dan menjaga kondusivitas kamtibmas,” ungkap Khofifah saat menjadi pembicara kehormatan pada Rapat Pimpinan Kodam V Brawijaya Tahun 2026 di Gedung Balai Prajurit Kodam V Brawijaya, Selasa (3/3/2026).

Ia menegaskan bahwa dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan, pengawalan terhadap Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Luas Tambah Tanam (LTT) sebesar 1,8 juta hektare harus dilakukan secara bersama-sama. Kehadiran para Dandim di daerah dinilai menjadi elemen penting dalam memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kalau hanya bupati/wali kota mungkin tidak cukup. Kehadiran para Dandim menjadi bagian penting untuk saling mengawal bersama. Ketahanan pangan ini harus kita jaga bersama,” katanya.

Menurut Khofifah, program nasional terkait ketahanan pangan, support data teknis irigasi dengan detail, gubernur, dapat dari Pak Pangdam. Data itu dibawa ke Pak Menteri.

Sinergi tersebut menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan Jatim sebagai produsen padi terbesar nasional. Pada tahun 2025, produksi padi di provinsi ini tercatat 10,57 juta ton dengan produksi beras sebesar 6,10 juta ton, menjadikan Jawa Timur sebagai penyumbang beras terbesar di Indonesia.

Momentum Penting

Sementara itu Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menyampaikan, Rapat Pimpinan Kodam V/Brawijaya menjadi momentum penting untuk konsolidasi internal sekaligus penyelarasan kebijakan pusat agar implementasinya optimal di lapangan.

“Hari ini kita jajaran Kodam V Brawijaya bisa menyelenggarakan Rapat Pimpinan Kodam V Brawijaya menindaklanjuti arahan para pimpinan yang sudah diselenggarakan di tingkat Mabes TNI termasuk Angkatan Darat,” tegasnya.

“Kita memanfaatkan forum ini untuk mengevaluasi termasuk introspeksi dan konsolidasi dalam rangka menghadapi tahun 2026 ini. Kemudian kita menyamakan visi misi untuk mengimplementasikan apa kebijakan dari pusat sehingga bisa menunjang operasional di lapangan,” imbuh Pangdam.

Mayjen Rudy juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Jawa Timur dalam forum tersebut serta dukungan Pemerintah Provinsi Jatim terhadap penguatan sarana dan prasarana Kodam V Brawijaya.

Pangdam menegaskan, jajaran Kodam V Brawijaya siap terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan stabilitas wilayah tetap terjaga serta program prioritas nasional berjalan efektif dan tepat sasaran.

Tags

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB