Surabaya, SUARA PEMBARUAN – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Taruna Bhayangkara, memiliki peran strategis mencetak calon pemimpin masa depan. Tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, dan jiwa pengabdian.
Karena itu, ia, berpesan, agar siswa taruna mampu menjadi Juru Bicara Keindonesiaan dan Kenusantaraan di manapun mereka bertuas nantinya.
Hal tersebut disampaikan gubernur bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Polisi Nanang Avianto, meresmikan sarana dan prasarana SMA Negeri 2 Taruna Bhayangkara di Banyuwangi, akhir pekan lalu.
Peresmian ini menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter dan kepemimpinan generasi muda di provinsi ini.
Menurut Khofifah, saat seluruh dunia terjadi sirkulasi elite, maka siswa taruna inilah kelak akan mengisi pos-pos strategis bangsa. Hari ini mereka adalah pelajar, namun saat Indonesia menyongsong Generasi Emas 2045, merekalah pemimpin emas yang akan memimpin etalase kepemimpinan negeri ini.
Sementara itu, ruang sarana prasarana SMAN 2 Taruna Bhayangkara yang duresmikan, meliputi Aula Cakrabuana, Pura Widya Brahmacarya, Gereja Smadatara, Bratasena Gym, Ruang Barbershop, Ruang Olahraga Tennis Meja.
Sekolah Boarding
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, dalam laporannya menyampaikan, pembangunan sarana prasarana SMAN 2 Taruna Bhayangkara serta rehabilitasi sekolah dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerataan mutu pendidikan sekaligus peningkatan keselamatan bangunan sekolah.
Menurutnya, SMAN 2 Taruna Bhayangkara merupakan sekolah boarding yang mengintegrasikan kurikulum nasional dengan pembinaan kedisiplinan, wawasan kebangsaan, dan nilai kebhayangkaraan melalui kerja sama dengan institusi kepolisian.
“Penguatan fasilitas pendidikan ini bertujuan meningkatkan kualitas, kenyamanan, dan keamanan lingkungan satuan pendidikan sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan menengah dan pendidikan khusus di Jawa Timur,” jelasnya.
Rehabilitasi dan revitalisasi SMA, SMK dan SLB Negeri di Banyuwangi terdapat total 28 Lembaga, terbagi dalam SMA 11 Lembaga, SMK 9 Lembaga dan SLB 8 Lembaga dengan total anggaran Rp. 30 Milliar.
Sedangkan peresmian rehabilitasi dan revitalisasi SMA, SMK dan SLB Negeri di Situbondo terdapat 9 Lembaga yang terdiri dari SMA 5 Lembaga, SMK 3 Lembaga dam SLB 1 Lembaga dengan total anggaran Rp. 6 Milliar.
Diakhir laporannya Aries menjelaskan, program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) di Kab. Banyuwangi sejumlah 104 Sekolah yang terbagi dalam SMAN 17 Sekolah, SMAS 19 Sekolah, SMKN 9 Sekolah, SMKS 34 Sekolah, SLBN 2 Sekolah dan SLBS 23 Sekolah.