Semarang, SUARA PEMBARUAN – Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP) menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Subspesialis (PPDSS) Tahun Akademik 2025/2026.Baca Juga: Lonjakan Data Nataru Tembus Dua Digit, Indosat Andalkan AI Jaga Koneksi Tetap Stabil
Kegiatan ini menjadi pijakan awal dalam mencetak dokter spesialis dan subspesialis yang unggul secara kompetensi, berintegritas, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM).
PKKMB yang berlangsung selama tiga hari, 7–9 Januari 2026 di Kampus FK UNDIP Tembalang, diikuti 171 mahasiswa baru PPDS dan PPDSS.Baca Juga: Lanjutkan Program 1.000 Jalan Mulus, Pemkot Bengkulu Alokasikan Dana Infrastruktur Rp 200 Miliar
Salah satu agenda utamanya adalah kuliah tamu bersama Ketua Komnas HAM RI, Anis Hidayah, dengan tema pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan berbasis HAM.
Rektor UNDIP Prof. Suharnomo membuka kegiatan secara resmi dan menekankan pentingnya pengembangan ilmu kedokteran yang sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan.Baca Juga: Polres dan Pemkab Bengkulu Tengah Panen Raya Jagung Serentak
Ia berharap FK UNDIP terus melahirkan lulusan berkualitas yang berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Dekan FK UNDIP Prof. Yan Wisnu Prajoko menegaskan bahwa pendidikan dokter spesialis dan subspesialis tidak hanya menuntut keunggulan akademik dan klinis, tetapi juga integritas moral, kepekaan sosial, serta komitmen terhadap nilai kemanusiaan.Baca Juga: Gubernur Helmi Hasan Lepas Peserta Retreat Merah Putih ASN Pemprov Bengkulu
Dalam paparannya, Anis Hidayah menekankan bahwa hak atas pendidikan dan kesehatan merupakan hak dasar yang dijamin konstitusi dan harus dipenuhi secara adil, berkualitas, serta nondiskriminatif.
Ia juga menjelaskan peran Komnas HAM dalam menangani persoalan HAM di sektor pendidikan dan kesehatan.Baca Juga: Cegah Kerusakan, Wagub Bengkulu Instruksikan Dishub Tingkatkan Pengawasan Jalan Provinsi
Melalui PKKMB ini, FK UNDIP meneguhkan komitmen menghadirkan pendidikan kedokteran yang tidak hanya berorientasi pada keilmuan, tetapi juga etika profesi dan penghormatan terhadap martabat manusia, demi pelayanan kesehatan yang adil dan manusiawi.Baca Juga: Dukung Program Presiden, Wagub Bengkulu dan Polda Panen Jagung Serentak