nasional

GAPASDAP Bongkar Akar Macet Merak–Bakauheni: Bukan Kurang Kapal, Tapi Dermaga Tak Memadai

Senin, 22 Desember 2025 | 09:50 WIB
Ketua Umum DPP GAPASDAP Khoiri Soetomo berbicara terkait kemacetan di lintasan Merak–Bakauheni yang dinilai akibat keterbatasan kapasitas dermaga.


Jakarta, SUARA PEMBARUAN  — Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) menegaskan bahwa antrean panjang dan keterlambatan sandar kapal di pelabuhan penyeberangan saat musim puncak bukan disebabkan minimnya armada.Baca Juga: Dukung Masyarakat Bijak Kelola Keuangan Sejak Dini, Bank Raya Hadirkan Fitur Uang Saku

Persoalan utamanya justru terletak pada keterbatasan jumlah, kapasitas, dan kualitas dermaga yang selama ini luput dari perhatian serius.

Ketua Umum DPP GAPASDAP Khoiri Soetomo menjelaskan, gangguan operasional di lintasan Merak–Bakauheni dalam beberapa hari terakhir dipicu kombinasi cuaca ekstrem, uji coba sistem SPB online melalui Inaportnet, serta lonjakan kendaraan logistik menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).Baca Juga: Pertamina JBT Siaga Nataru, Ratusan SPBU hingga Serambi MyPertamina Disiapkan

Cuaca buruk pada 17–19 Desember berdampak langsung pada keselamatan pelayaran dan menyebabkan antrean kendaraan hingga sekitar empat kilometer. Pada 19 Desember, kendaraan barang dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan dan BBJ sesuai kebijakan bersama.

Namun sehari berselang, justru terjadi penumpukan parah di BBJ hingga truk harus menunggu sampai dua hari untuk menyeberang. Di sisi lain, arus kendaraan menuju Merak tetap tinggi sehingga diberlakukan pengaturan buka–tutup yang dinamis.Baca Juga: Jelang Natal 2025, Wali Kota Semarang Ajak Tokoh Agama Perkuat Toleransi dan Kondusivitas Kota

GAPASDAP menegaskan kondisi armada kapal sejatinya sangat mencukupi. Sekitar 70 kapal Ro-Ro berkapasitas di atas 5.000 GT dalam kondisi siap operasi, dan hanya sedikit kapal yang menunda pelayaran.

Hambatan utama tetap pada keterbatasan sandar dan kapasitas dermaga, serta pengelolaan arus kendaraan di darat.Baca Juga: DPRD Provinsi Bengkulu Tetapkan Tujuh Nama Calon Anggota KPID

Khoiri menekankan bahwa Pelabuhan Merak–Bakauheni seharusnya tetap menjadi pelabuhan utama karena memiliki tujuh pasang dermaga yang kompatibel dengan kapal Ro-Ro dan terhubung langsung dengan jaringan Tol Trans Jawa dan Trans Sumatra.

Menurutnya, pelabuhan pendukung seperti BBJ dan Ciwandan semestinya berfungsi sebagai penyangga, bukan menggantikan peran utama Merak–Bakauheni.Baca Juga: UNIQLO Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Donasi Pakaian di Indonesia

GAPASDAP juga mengingatkan bahwa penambahan kapasitas jalan tol tanpa diimbangi penguatan dermaga penyeberangan berpotensi menjadi “bom waktu” kemacetan nasional.

Untuk solusi jangka panjang, organisasi ini mengusulkan pembangunan breakwater dan kolam pelabuhan di pelabuhan strategis serta menetapkan proyek penguatan dermaga Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).Baca Juga: Jakarta Respon Langsung Telepon Ketua DPD-RI Sultan Soal Aspirasi Kepahiang dan Rejang Lebong

Menurut GAPASDAP, sistem digital seperti Inaportnet dan SPB online harus menyesuaikan kondisi lapangan.

Organisasi ini menyatakan siap mendukung pemerintah dengan data teknis dan kajian kebijakan agar solusi yang diambil bersifat struktural, berkelanjutan, dan tahan terhadap cuaca ekstrem.*Baca Juga: ITS Siapkan 100 Beasiswa bagi Mahasiswa Palestina



Tags

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB