Magelang, SUARA PEMBARUAN - UNIQLO, merek ritel global asal Jepang, kembali menunjukkan komitmennya terhadap kepedulian sosial melalui program internasional The Heart of LifeWear. Bertepatan dengan peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN), perusahaan ini menyalurkan 15.500 pakaian baru ke berbagai daerah di Indonesia. Seremoni penyerahan berlangsung di Candi Borobudur, Magelang, dalam rangkaian kegiatan Solidaritas untuk Sumatera 2025 yang digelar bersama Kementerian Sosial RI.
Dari total donasi, sekitar 5.000 pakaian disalurkan ke sembilan desa sekitar Borobudur, termasuk 1.000 potong yang dibagikan langsung kepada warga saat acara. Penyerahan dilakukan oleh Tatsuo Kosuge, CFO PT Fast Retailing Indonesia, bersama Irma Yunita, Corporate Affairs Director, kepada Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono. Produk yang diberikan berupa koleksi unggulan AIRism, yang dikenal mampu menyerap keringat dan memberi kenyamanan bagi pemakainya.
Dalam pidatonya, Irma Yunita menegaskan bahwa dunia usaha tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial. “Melalui The Heart of LifeWear, UNIQLO ingin menghadirkan solidaritas lewat sesuatu yang dekat dengan keseharian, yakni pakaian. Donasi ini diharapkan tidak hanya bermanfaat secara langsung, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari gerakan global yang dimulai pada musim dingin 2024. Setiap tahun, UNIQLO mendistribusikan lebih dari 1 juta pakaian baru ke berbagai negara. Tahun ini, perusahaan juga menyalurkan 500.000 produk HEATTECH untuk pengungsi Suriah melalui kerja sama dengan UNHCR. Dengan filosofi keberlanjutan yang berlandaskan tiga pilar – People, Planet, Society – UNIQLO berupaya menjadikan pakaian sebagai sarana solidaritas dan kenyamanan universal.
Selain kegiatan di Borobudur, UNIQLO juga menyalurkan bantuan darurat tahap pertama bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra. Bantuan tersebut berupa Rp 1,1 miliar dana tunai serta 6.500 pakaian baru. Dana disalurkan melalui PMI, Save the Children Indonesia, dan Plan International Indonesia untuk mendukung kebutuhan mendesak seperti logistik dan pemulihan awal. Sementara itu, 5.000 innerwear AIRism diberikan kepada masyarakat di Aceh Tamiang melalui Kemenko PM, serta 1.500 pakaian melalui PMI.
UNIQLO sendiri merupakan merek terbesar dari Fast Retailing Co., Ltd., salah satu perusahaan ritel pakaian terbesar di dunia dengan penjualan global mencapai 3,4 triliun yen (US$23,16 miliar) pada tahun fiskal 2025. Hingga kini, UNIQLO mengoperasikan lebih dari 2.500 toko di berbagai kawasan, sementara total seluruh merek di bawah Fast Retailing mencapai lebih dari 3.500 toko.
Dengan filosofi LifeWear, UNIQLO merancang pakaian sederhana, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari. Filosofi ini menekankan bahwa pakaian bukan sekadar produk konsumsi, melainkan bagian dari kehidupan yang meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup.
Inisiatif The Heart of LifeWear di Borobudur menjadi simbol nyata kepedulian sosial sekaligus memperkuat hubungan antara UNIQLO dan masyarakat lokal. Lebih dari sekadar donasi, langkah ini menunjukkan bagaimana perusahaan global dapat berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan berkelanjutan. Harapannya, aksi ini menginspirasi lebih banyak kolaborasi lintas sektor demi masa depan yang lebih baik bagi Indonesia.