nasional

Gubernur Jatim Lepas Enam Truk Produk Ekspor IKM Desa Devisa Senilai Rp 5,8 Miliar

Kamis, 27 November 2025 | 21:19 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas enam truk produk ekspor Industri Kecil Menengah. (Ist)

Surabaya, SUARA PEMBARUAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas enam truk produk ekspor Industri Kecil Menengah (IKM) Desa Devisa, dengan nilai total USD351,6 ribu atau setara Rp 5,8 miliar. Pelepasan dilakukan dalam gelaran Festival Ekspor Jawa Timur 2025 di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Rabu (26/11/2025).

Adapun produk yang dilepas pertama adalah Jahe Gajah senilai USD53.200 dengan tujuan Bangladesh. Kedua, Keripik Singkong senilai USD14.661 tujuan Korea Selatan.

Produk unggulan mie kering menuju Netherlands dengan total nilai ekspor mencapai USD6.686,40. Kerupuk senilai USD200.000 dikirim ke India.

Produk unggulan lainnya yakni sepatu, negara tujuan Korea Selatan dengan total nilai ekspor USD37.060. Dan yang terakhir, produk pakan ternak yang dikirim ke Australia total nilai ekspor USD40.000.

“Hari ini kita melepas enam truk produk ekspor desa devisa ke enam negara. Semoga ini jadi pelecut bagi kita semua untuk terus meningkatkan produk IKM Desa Devisa supaya tumbuh dan berkembang lebih besar lagi,” ujar Khofifah.

Di akhir tahun 2025, Jawa Timur, launching 72 Desa Devisa baru, sehingga per November 2025 terdapat 293 desa devisa di provinsi ini.

Menurut gubernur, untuk Desa Devisa kali ini kontainernya dibantu Pelindo III. Memang penguatan demi penguatan, fasilitasi demi fasilitasi bagi eksportir pemula dengan produk desa devisa membutuhkan support dari kita semua. Terima kasih kepada semua pihak atas sinerginya.

Festival ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, PT Pelindo Regional III, dan Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) DPD Jawa Timur, sebagai upaya memperkuat ekosistem ekspor khususnya melalui pengembangan Desa Devisa.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jatim, Iwan, mengatakan Festival Ekspor 2025 diselenggarakan untuk memperkuat neraca perdagangan luar negeri serta mengapresiasi para pelaku ekspor.

“Kami juga melaksanakan business matching antara 10 pelaku usaha dengan buyer dari Malaysia. Selanjutnya mereka melaksanakan penandatanganan LoI (Letter of Intent) dari empat pelaku usaha Jawa Timur, dengan nilai total USD239,52 juta atau Rp3,95 triliun,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib dan Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Sukatmo Patmosukarso.

Tags

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB