nasional

Ketua Umum FPPIP : Makna Kemerdekaan Belum Sepenuhnya Tercapai

Senin, 18 Agustus 2025 | 20:34 WIB
Selesai sarasehan dalam rangka Kemerdekaan ke 80 RI, yang diselenggarakan FPPIP Jember, Jawa Timur, Senin (18/8/2025), para peserta dan nara sumber foto bersama. (Ist)

Jember, SUARA PEMBARUAN - Ketua Umum Forum Pengawal Pembinaan Ideologi Pancasila (FPPIP) Prof Bambang Supeno mengatakan, secara historis, 17 Agustus adalah momen bangsa lepas dari penjajah. Namun, makna kemerdekaan sesungguhnya merdeka yang hakiki belum sepenuhnya tercapai.

Hal tersebut disampaikan Bambang, di depan sarasehan memperingati HUT ke 80 Republik Indonesia, di Sekretariat FPPIP Jember, Jawa Timur, Senin (18/8/2025).

Menurut Bambang, berdasarkan perspektif sistem pemerintahan yang terdiri dari legislatif, yudikatif, dan eksekutif, membuat ketidakmerdekaan sejati.

Di bidang yudikatif, ditemukan perilaku lembaga peradilan yang belum memihak pada rakyat. Terdapat kasus berkekuatan hukum tetap (inkrah) lama, tetapi belum juga dieksekusi. Sehingga masyarakat meyakini, keadilan tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Bidang legislatif, dikatakan, para wakil rakyat yang seharusnya memperjuangkan aspirasi rakyat, namun justru sering mengejutkan publik dengan berbagai berita yang kurang berpihak pada rakyat. Seperti tingginya gaji dan fasilitas yang mereka nikmati, sementara rakyat terus dibebani dengan kenaikan pajak yg semakin mencekik.

Demikian juga bidang eksekutif, gaji dan tunjangan pejabat kementerian dan komisaris dinilai fantastis, padahal sumbernya berasal dari uang rakyat.

Senada dengan yang disampaikan Bambang, dalam siaran tertulis FPPIP Jember, disebutkan, budayawan Prof Drs Djathi Koesoemo B.Sc menekankan, ajaran Presiden pertama Bung Karno, yakni Marhaenisme, harus menjadi inspirasi dalam memperjuangkan hak-hak rakyat kecil dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sedangkah tokoh Dr Ikwan Setiawan menyatakan, pada masa pemerintahan orde baru, negara diwujudkan dengan politik stigma yang penuh pembatasan baik bidang politik, sosial dan budaya.

Acara yang dimoderatori Charisa Anindya, dihadiri beragam tokoh. Diantaranya, Ketua PA GMNI Jember Dr. Fendik Setiawan, Pengurus FPPIP Jember, Drs. Andang Subaharianto M.Hum dan Prof. Arif Amrullah, aktivis perempuan, perwakilan PA GMNI Situbondo, Banyuwangi,  dan mahasiswa.

Tags

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB