nasional

Mengenang Margono Djojohadikusumo: Pejuang Ekonomi Republik Disorot di Serang

Senin, 21 Juli 2025 | 09:29 WIB

Serang, SUARA PEMBARUAN – Sosok Margono Djojohadikusumo, tokoh sentral dalam sejarah ekonomi Indonesia sekaligus pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) pada tahun 1946, menjadi sorotan dalam acara bedah buku berjudul “Margono Djojohadikusumo: Pejuang Ekonomi dan Pendiri BNI 1946” yang digelar pada Jumat, 18 Juli 2025 di Serang, Banten.

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Staf Khusus Asrian Mirza mewakili Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, ditekankan bahwa Margono adalah teladan dalam membangun perekonomian nasional di masa pascakemerdekaan.

“Beliau bukan hanya pendiri bank, tetapi seorang pejuang pemikiran dan integritas. BNI adalah simbol perjuangan ekonomi sebagai bagian dari kemerdekaan sejati,” tutur Asrian.

Tim penulis buku yang terdiri dari HMU Kurniadi, Jimmy S. Harianto, dan Iqbal Irsyad membagikan pengalaman mereka selama proses penulisan, yang melibatkan riset arsip, wawancara dengan keluarga, serta tokoh-tokoh penting seperti Sukartini Djojohadikusumo (putri Margono), ekonom Emil Salim, Sudrajat Djiwandono, dan kontribusi tulisan dari cucu Margono, Savitri Prastiti Scherer.

“Buku ini memperlihatkan sisi pribadi dan publik Pak Margono, termasuk koleksi foto keluarga yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Bahkan desain sampulnya dibuat oleh cucunya, Ibu Vinda,” ungkap Kurniadi.

Jimmy S. Harianto menambahkan bahwa buku ini hadir untuk mengisi kekosongan narasi sejarah mengenai peran para tokoh ekonomi dalam perjuangan bangsa. “Margono adalah salah satu arsitek ekonomi republik. Kami ingin memperkenalkan kembali peran pentingnya kepada generasi muda,” jelasnya.

Salah satu momen mengharukan dalam acara ini adalah ketika Endang Pratiwi, cucu Margono dari ibu Miniati, memberikan kesaksian pribadi tentang nilai-nilai nasionalisme dan kemandirian ekonomi yang diwariskan oleh sang kakek. Ia juga mempersembahkan lagu kesukaan Margono, “Can’t Help Falling In Love” karya Elvis Presley, sambil menahan haru.

“…Wise men say
Only fools rush in
But I can't help falling in love with you.
Ini lagu favorit eyang,” ucap Endang dengan mata berkaca-kaca.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk akademisi, mahasiswa, komunitas sejarah, hingga penggiat literasi. Diskusi berlangsung interaktif, membahas peran BNI sebagai bank nasional pertama sekaligus kontribusi Margono yang kerap terlupakan dalam sejarah arus utama.

Menurut Iqbal Irsyad, acara ini bukan hanya bentuk penghormatan terhadap Margono Djojohadikusumo, tetapi juga bagian dari gerakan memperkuat literasi sejarah dan ekonomi bangsa.*

 

Tags

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB