Semarang, SUARA PEMBARUAN - Kisah inspiratif datang dari seorang satpam PT Sido Muncul bernama Andrias Apriyadi (48), yang melakukan aksi luar biasa dengan maraton sejauh 140 kilometer dari pabrik tempatnya bekerja di Semarang menuju kampung halamannya di Desa Ujungwatu, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara. Baca Juga: Membuka Lapangan Kerja, Solusi Atasi Pengangguran
Aksi ini dilakukannya sebagai bentuk syukur dan sukacita karena anak sulungnya, Galang Amekal, lolos seleksi sebagai prajurit TNI Angkatan Laut.
"Saya tidak punya apa-apa, tapi saya punya sehat. Ini bentuk rasa syukur saya kepada Tuhan karena anak saya bisa lolos murni, tanpa biaya sedikit pun," ujar Andrias saat diwawancarai di lingkungan pabrik Sido Muncul, Selasa (3/6).Baca Juga: Irwan Hidayat : Bakul Jamu Gendong Ujung Tombak Pelestarian Jamu
Andrias bertutur, memulai maraton pada Jumat (30/5) pukul 03.00 WIB dari pabrik Sido Muncul. Ia bermalam di Jomblang Legok, Semarang, dan melanjutkan perjalanan pada Sabtu pagi pukul 04.00 WIB. Ia tiba di rumahnya pada Minggu (1/6) pukul 17.02 WIB. Total perjalanan sekitar 140 km ia tempuh dengan penuh tekad dan semangat.
“Anak sulung saya daftar TNI Angkatan Laut sampai lima kali. Empat kali gagal, yang kelima akhirnya lolos. Tesnya mulai dari Semarang, Surabaya, hingga pusat di Malang,” kata Andrias dengan mata berkaca-kaca.Baca Juga: PNM dan Bobon Santoso Bagikan 1.000 Hidangan, Rayakan Kebersamaan di Hari Lahir Pancasila
Aksi Andrias ini pun mengejutkan dan menginspirasi banyak pihak, termasuk Direktur PT Sido Muncul, Irwan Hidayat, yang langsung memberi apresiasi setelah mengetahui kisah Andrias.
“Saya pikir orang ini lari karena melarikan diri. Tapi ternyata dia lari dari pabrik ke Jepara karena bersyukur anaknya diterima di TNI Angkatan Laut. Ini luar biasa,” ujar Irwan.Baca Juga: Menapak Jejak Hidup: Dari Buruh Harian ke Kursi Rektor
Irwan juga menceritakan kisah inspiratif lain yang berawal dari video YouTube Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang kerap membagikan video sosial. Dari video itu, Irwan terdorong membantu anak tukang kebunnya yang mengalami kecelakaan kerja dan kehilangan fungsi tangan.
“Anaknya masih muda, umur 26 tahun, tangan kanan putus, tangan kiri tidak bisa dipakai. Saya sempat bingung mau bantu apa. Tapi setelah terinspirasi YouTube Dedi Mulyadi itu, saya kasih kambing enam ekor agar bisa beternak. Sekarang saya bantu Mas Andrias ini, saya kasih lima ekor kambing—satu jantan, empat betina,” katanya.Baca Juga: Bumi Mineral Sulawesi Jalin Kerja Sama Sumitomo Corporation
Irwan berharap bantuan tersebut tidak sekadar bantuan sesaat, tapi menjadi sumber penghidupan berkelanjutan.
"Daripada kasih uang yang bisa habis, kalau kambing kan bisa berkembang biak. Ini inspirasi yang bagus juga,” ujarnya.Baca Juga: Wamenaker Kecam Pernyataan HRD soal Job Fair Hanya Formalitas: “Itu Kurang Ajar dan Harus Dipecat!”
Andrias sendiri mengaku sangat berterima kasih kepada Sido Muncul. Ia menyebut perusahaan telah banyak membantu dirinya, termasuk lewat fasilitas asuransi untuk syarat administrasi anaknya dalam proses seleksi TNI AL.
“Saya berterima kasih sekali kepada Pak Irwan dan Sido Muncul yang selama ini mendukung kami, terutama dalam hal kesehatan. Dukungan itu besar sekali artinya bagi saya dan keluarga,” tutup Andrias penuh haru.*Baca Juga: PSG Raih Treble dan Juara Liga Champions, Mbappe: Kemenangan yang Dinanti-Nanti