nasional

BGN Perkuat UMKM dan Masyarakat Sleman untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

Minggu, 1 Juni 2025 | 14:07 WIB
Badan Gizi Nasional (BGN) menyelenggarakan pelatihan pemberdayaan masyarakat selama tiga hari, yang berlangsung di Eastpare Hotel, Yogyakarta, pada 27–29 Mei 2025. (SP/dok. BGN)

 

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN – Untuk mendorong efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Badan Gizi Nasional (BGN) menyelenggarakan pelatihan pemberdayaan masyarakat selama tiga hari, yang berlangsung di Eastpare Hotel, Yogyakarta, pada 27–29 Mei 2025. Program MBG merupakan inisiatif strategis pemerintah guna meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui pemenuhan asupan gizi yang memadai.Baca Juga: Mengadopsi Kerajinan Sabut Kelapa di Minahasa Utara untuk Kegiatan PKK Gowa

Pelatihan ini digelar oleh Direktorat Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat (PPM) BGN, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Direktur PPM BGN Tengku Syahdana, Sekretaris Daerah DIY Beny Suharsono, serta perwakilan dari Dinas BKKBN DIY, Mustikaningtyas.

Pelatihan ini menyasar para pelaku UMKM, kelompok masyarakat, serta pengusaha lokal di daerah Sleman sebagai bagian dari dukungan terhadap implementasi MBG. Menurut Tengku Syahdana, program ini difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui asupan gizi yang optimal, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak usia dini, pelajar dari semua jenjang, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.Baca Juga: Istana Tegaskan Tidak Ada Alkohol dalam Gala Dinner Prabowo-Macron

Ia menjelaskan bahwa setiap dapur MBG nantinya akan dikelola oleh Satuan Pelaksana Penyedia Gizi (SPPG) yang dipimpin oleh seorang kepala yang ditunjuk langsung oleh BGN. Tim SPPG akan terdiri atas Kepala SPPG, ahli gizi, dan ahli akuntansi. Ahli gizi bertanggung jawab untuk memastikan kualitas gizi yang diberikan sesuai kebutuhan serta melakukan edukasi kepada keluarga penerima manfaat.

Tengku juga mengungkapkan bahwa DIY, khususnya Yogyakarta, menargetkan pembangunan 276 dapur sehat (SPPG), namun saat ini baru 44 yang telah beroperasi.

Sekda DIY, Beny Suharsono, telah meminta pemerintah kabupaten dan kota di wilayahnya untuk segera menentukan lokasi pembangunan dapur MBG tersebut. Ia juga berharap dapur-dapur ini dapat dibangun berdampingan dengan sekolah rakyat yang sudah ada.Baca Juga: Anggaran Belum Cair, Pelaksanaan PORPROV Bengkulu Tahun 2025 Ditunda

Wilayah Sleman dipandang strategis karena merupakan salah satu lumbung pangan utama DIY, dengan surplus produksi padi, beras, telur, dan cabai setiap tahunnya. Hal ini menjadikan Sleman sebagai penyokong penting dalam keberhasilan program MBG sekaligus penggerak ekonomi lokal.

Lebih lanjut, Beny menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara BGN dan BKKBN guna memastikan program ini berjalan optimal. Kolaborasi ini sejalan dengan amanat Astacita, yaitu menciptakan sumber daya manusia berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.Baca Juga: Lompatan Sejarah: Cadangan Beras Tembus 4 Juta Ton, Petani Diuntungkan di Era Prabowo

Pelatihan ini diharapkan mampu mendorong peran aktif pemerintah daerah, koperasi masyarakat, UMKM, serta berbagai elemen lokal dalam mendukung dan menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis secara nasional.*

Tags

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB