Bandung, SUARA PEMBARUAN – Warganet kini tengah ramai membahas perdebatan antara Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, dengan remaja berinisial AC, yang mengkritik kebijakan penghapusan wisuda sekolah.Baca Juga: Gubernur Helmi Hasan Pimpin RUPS Luar Biasa, Calon Pimpinan Bank Bengkulu Diajukan ke OJK
Belakangan, muncul dugaan bahwa perdebatan antara Dedi dan AC adalah hasil rekayasa atau telah disetting sebelumnya.
Menanggapi isu ini, Dedi menyatakan bahwa pendapat AC seolah menyamaratakan kondisi ekonomi semua keluarga, padahal belum tentu demikian.Baca Juga: Penyidik Tipikor Polda Geledah Kantor Bank Bengkulu Kabupaten Lebong
“Pendapatnya bukan hanya untuk dirinya, tapi orang tuanya bisa bayar wisuda. Keluarga lain belum tentu bisa,” ujar Dedi saat ditemui media di Pusdai, Bandung, Senin, 28 April 2025.
“Dia bilang 'cuma Rp1 juta doang'. Tapi bagi keluarga lain, angka itu sangat berat,” sambung Dedi.Baca Juga: Rosan Roeslani Ungkap Prabowo Ingin Bersih-bersih, Danantara Kini Pegang Kendali 844 Perusahaan BUMN
Saat diminta tanggapan tentang dugaan perdebatan settingan, Dedi menyebut dirinya tak tahu dan menganggap AC menyampaikan kritik dengan tulus.
“Saya tidak tahu. Saya anggap anak itu ikhlas,” ucap Dedi menegaskan.Baca Juga: Dendam Malam Kelam: Menguak Luka, Menyulut Api Pembalasan
Diketahui, pertemuan antara Dedi dan AC terjadi di Lembur Pakuan, Subang, Jabar, pada 26 April 2025 lalu.
Dedi mengimbau agar kritik disampaikan secara adil, mengingat banyak siswa dan orang tua kesulitan membayar biaya wisuda sekolah.Baca Juga: Dubes India Apresiasi Langkah Kepala BPOM RI, Kerja Sama Indonesia–India Capai Triliunan Rupiah
“Terima kasih sudah kritik saya. Tapi kenapa kritik dibully? Orang lagi susah cari duit, nggak sanggup bayar wisuda, eh ini malah pengen wisuda,” ujar Dedi, dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Minggu, 27 April 2025.
Perdebatan pun terjadi antara Dedi dan AC soal kebijakan penghapusan perpisahan sekolah untuk siswa-siswi di Jabar.Baca Juga: Pedagang Pantai Panjang Datangi DPRD Kota Bengkulu Minta Kepastian Lokasi Diizinkan Berjualan
“Kalau nggak ada perpisahan, memang kehilangan kenangan? Kenangan itu terbentuk selama tiga tahun belajar, bukan saat perpisahan,” kata Dedi.
Namun AC menjawab, “Nggak juga sih, Pak. Saya merasa lulus tuh pas perpisahan. Kita bisa kumpul bareng dan punya interaksi terakhir sama teman.”