nasional

Berkah Ramadan dari Merawat Pohon, 126 Petani di Bengkulu Terima Insentif Rp 130 juta

Kamis, 20 Maret 2025 | 15:39 WIB
Ratusan petani di Bengkulu Selatan mendapat menghargaan dari Warsi karena berhasil merawat pohon dengan baik di sekitar mereka tinggal.(Foto/Ist)

Pohon Asuh memberikan peluang ke semua penduduk bumi mengasuh pohon. Dengan nilai donasi Rp 100 ribu-200 ribu tergantung diamater pohon. Di tahun 2025 ini terdapat 200 pohon di Air Tenam dengan status sedang diadopsi. Dengan dana yang telah terkumpul mencapai Rp 38.500.000.

“Di bulan yang penuh berkah ini, berdasarkan diskusi kita dengan pengelola HKm dan HTR, disepakati, bahwa dana pohon asuh ini harus dirasakan oleh semua masyarakat, berhubung mendekati lebaran, maka dipilihlah melalui penyaluran paket sembako senilai Rp 200.000 untuk semua kepala keluarga di Air Tenam,”kata Adi Junedi.

Baca Juga: Wagub Bengkulu Sidak Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg, Pastikan Harga dan Stok Normal

Dikatakannya, insentif dan paket Ramadhan ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan hutan tetap lestari dengan dukungan penuh dari masyarakatnya.

“Masyarakat Desa Air Tenam telah membuktikan bahwa menjaga hutan tidak hanya soal konservasi, tetapi juga bisa memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari. Dengan adanya insentif dan program Pohon Asuh, kami berharap semakin banyak masyarakat yang terdorong untuk aktif dalam mengelola hutan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sekretaris Desa Air Tenam Aldiansyah, menyebutkan selama ini masyarakat Air Tenam sebagian besar berada dalam kawasan hutan, dengan dukungan KKI Warsi masyarakat dapat mengelola hutan dengan baik, sekaligus sebagai upaya menumbuhkan kembali hutan.

“Ketika kami sudah ada hak mengelola hutan, Warsi datang dan menawarkan program baby tree dan pohon asuh kami sambut baik, karena ini sangat penting untuk kami, dalam rangka menjaga hutan kami,”kata Aldiansyah, saat menyaksikan penyerahan dana baby tree dan paket sembako pohon asuh.

Baca Juga: 33 ASN Pemprov Bengkulu Diblokir BKN

Dikatakan dengan pengelolaan hutan yang melibatkan masyarakat, melalui program perhutanan sosial, dan kini dengan adanya program baby tree dan pohon asuh, masyarakat merasakan manfaat yang nyata dari hutan. “Terimakasih untuk semua yang sudah mendukung kami,” kata Aldiansyah.

Perhutanan Sosial telah menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan hak kelola hutan secara legal sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi dari hutan yang mereka rawat. Keberhasilan program Baby Tree dan Pohon Asuh di Desa Air Tenam menjadi contoh bagaimana pendekatan ini dapat diterapkan di berbagai wilayah lainnya.

Dengan semangat Ramadhan, KKI Warsi terus berkolaborasi dengan para pihak untuk terus mengembangkan masyarakat mengelola hutan. Termasuk dengan skema perhutanan sosial. Saat ini Warsi sedang mendapingi 4 desa lainnya untuk juga bisa mendapatkan perizinan perhutanan sosial.

Baca Juga: Pengangkatan CPNS dan PPPK 2024 Dimaksimalkan, Pemda DilarangTak Terima Honorer Baru

“Selain itu, melalui program RBP Warsi mendukung para pihak untuk terus mengembangkan usaha-usaha perhutanan sosial yang sudah berjalan di Bengkulu,”kata Adi Junedi. Hal ini dilakukan untuk terus menumbuhkan dukungan pada hutan, sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pengelola hutan.

Peluang Pendanaan Karbon

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, baru saja mengeluarkan pernyataan pers yangmengumumkan bahwa perdagangan karbon dari sektor kehutanan akan segera diresmikan sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim dan percepatan ekonomi hijau. Program ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Halaman:

Tags

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB