Semarang, SUARA PEMBARUAN - Anggota DPRD Jateng baru periode 2024-2029 harus pro rakyat. Bukan pro kepentingan tertentu.Baca Juga: Penangganan Abrasi Pantai di Kaur dan Bengkulu Utara Telan Dana Rp 65,5 Miliar
"Kalau sudah jadi wakil rakyat, ya harus memihak kepentingan rakyat. Jangan hanya tunduk pada partai politik, apalagi kepentingan tertentu," tegas pengamat politik dari FISIP Universitas Diponegoro, Puji Astuti, dalam Diskusi Publik bertajuk “DPRD Baru Harapan Baru” di Hotel Front One HK Resort, Kota Semarang, Rabu (15/1/2025).
Dalam diskusi yang digelar Forum Wartawan Pemprov dan DPRD Jateng (FWPJT) bersama Sekretariat DPRD Jateng dan Bank Jateng itu, hadir narasumber yakni Kartina Sukawati (anggota Fraksi Partai Demokrat), M Farchan (anggota Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas), serta Puji Astuti (Pengamat Politik Undip). Hadir pula, Sekretaris DPRD Jateng Urip Sihabudin.Baca Juga: Rapat Paripurna DPRD, Tetapkan Helmi Hasan-Mian sebagai Gubernur dan Wagub Bengkulu Terpilih
Puji Astuti menilai, masyarakat saat ini terlalu memiliki ekspektasi besar kepada pihak penyelenggara pemerintahan seperti DPRD.
Dalam hal ini, ia tetap berharap kepada DPRD agar selalu mengangkat isu-isu terkini yang ada di masyarakat dalam setiap pembahasannya.
"Dari situ, DPRD semakin mampu melihat semua persoalan yang ada agar tidak ketinggalan isu. Dengan begitu, fungsi legislasi kedewanan memiliki ide-ide baru yang lebih inovatif dalam pembuatan perda sehingga isi aturannya pun lebih berpihak kepada masyarakat," jelas Puji.Baca Juga: JK : Pendidikan Buat Muslim di Barat Naik Kelas, Atasi Islamophobia dengan Prestasi
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jateng Muhammad Saleh yang membuka acara sekaligus membacakan sambutan Ketua DPRD Jateng Sumanto yang berhalangan hadir, berharap acara diskusi tersebut mampu memberikan perspektif baru mengenai periode kedewanan yang baru ini.
Selain membangun komunikasi yang baik dengan wartawan, DPRD juga ingin berdiskusi mengenai arah pembangunan daerah yang lebih bagi masyarakat Jateng.
"Sebagai legislatif yang baru, DPRD kini ingin memulai kinerja yang lebih baik bagi masyarakat. Kami sebagai DPRD bertanggung jawab mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.Baca Juga: Buah Durian Mulai Banjiri Kota Bengkulu
Melalui diskusi ini, pihaknya berharap bisa mendapatkan komunikasi yang baik dengan wartawan sehingga informasi kepada masyarakat juga tersampaikan dengan baik.
“Kami berkomitmen menjadi DPRD yang terbuka dan tanggap terhadap aspirasi masyarakat," tandas Muhammad Saleh.
Menanggapi soal Dewan baru, politisi Partai Golkar ini mengakui, saat ini sekitar 60% Anggota Dewan merupakan DPRD baru.Baca Juga: Pengabdian dan Prestasi Komisaris Besar Polisi Ahmad Musthofa Kamal Untuk Bangsa dan Negara
Dijelaskan, anggota Dewan yang baru itu adalah Gen Z, yang memiliki ciri khas kerap bersuara vokal, ceplas ceplos dan lebih terbuka.
Artikel Terkait
Jamin Pemenuhan Air Minum untuk Masyarakat, Pemprov dan DPRD Jateng Perkuat Regulasi
120 Anggota DPRD Jateng Dilantik, Nana Sudjana: Jaga Amanah Rakyat
FWPJT Gelar Diskusi Publik Bertajuk DPRD Baru, Harapan Baru: Catat tanggalnya!
FWPJT dan Bank Jateng Gelar Diskusi 'DPRD Baru Harapan Baru'
DPRD Umumkan Masa Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu Telah Berakhir
Rapat Paripurna DPRD, Tetapkan Helmi Hasan-Mian sebagai Gubernur dan Wagub Bengkulu Terpilih