Pemberdayaan Generasi Muda dan UMKM
Taruna Ikrar juga aktif mendorong pengembangan generasi muda dan pelaku UMKM. Melalui program pelatihan keamanan pangan dan pengembangan produk berbasis inovasi, BPOM membina lebih dari 10.000 pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
“Kami percaya bahwa pemberdayaan ekonomi harus dimulai dari peningkatan kualitas dan daya saing produk lokal,” ujar Taruna dalam acara Pelatihan UMKM di Ambon, 28 Oktober 2024.
Pengakuan Internasional
BPOM di bawah kepemimpinan Taruna Ikrar juga meraih sertifikasi internasional ISO 9001:2015 untuk sistem manajemen mutu.
Prestasi ini memperkuat posisi BPOM sebagai lembaga pengawasan obat dan makanan yang diakui secara global.
Tegas Basmi Mafia Obat
BPOM berhasil menyita peredaran berbagai jenis obat ilegal di semarang, mencakup lebih dari 1,09 miliar tablet obat jadi, 404 karung dan 83 drum bahan baku, serta 45 karung, 17.478 botol, 1.192 rol aluminium foil, dan 17.195 karton kemasan.
Penertiban obat-obat ilegal dengan nilai total sekitar Rp317 miliar, sebagai bentuk upaya melawan penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
Mempercepat Proses Ijin Tanpa Kurangi Kualitas
Sebagai kepala BPOM Taruna melakukan terobosan cerdas dengan memotong proses ijin obat-obat inovasi yang seharusnya 300 hari kerja menjadi 120 hari kerja bahkan bisa 90 hari kerja.
Hal ini berarti Badan POM memangkas hampir 70 persen waktu proses hari kerja. Ini kan bagian dari inovasi badan POM, tapi tentu bisa menguntungkan harga obat jadi murah karena mengurangi biaya produksi
Mendorong Riset Inovasi Bekerjasama Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia
Konsep Academia, Business, Government (ABG) adalah konsep yang diimplementasikan oleh Taruna Ikrar kepala BPOM RI dalam mengembangkan riset inovasi bersama dengan kampus seluruh indonesia. Hingga saat ini tercatat 52 kampus sudah MoU dengam BPOM