Presiden Apresiasi Kinerja Mentan, Optimis Indonesia Tak Lagi Impor Beras di 2025

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Selasa, 3 Desember 2024 | 07:31 WIB
Presiden apresiasi kinerja Mentan Andi Amran Sulaiman saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/12/2024). (Ist)
Presiden apresiasi kinerja Mentan Andi Amran Sulaiman saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/12/2024). (Ist)

Jakarta - SUARA PEMBARUAN - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikann apresiasi terhadap kinerja Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/12/2024).

Di hadapan para menterinya, Presiden menyampaikan harapannya dengan dengan penuh optimis bahwa tahun depan Indonesia tidak lagi mengimpor beras.

"Saya sangat optimistis Indonesia tak akan mengimpor beras lagi pada tahun 2025. Berdasarkan laporan yang saya terima, cadangan beras dalam negeri di Bulog saat ini mendekati 2 juta ton," jelas Prabowo ketika memimpin sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (2/12).

Menurut dia, produksi pangan Indonesia mengalami kenaikan. Bahkan, kata Prabowo, cadangan pangan di Indonesia saat ini terbesar selama beberapa tahun terakhir.

Walaupun ini berita yang sangat baik dan ini sekali lagi akibat kerja keras saudara. Apresiasi saya juga kepada Menteri Pertanian dan timnya, Bulog, Badan Pangan Nasional, semua unsur Menteri BUMN dan BUMN yang berada di bawah pengawasan Menteri BUMN," tuturnya.

Prabowo juga menyebut keberhasilan tersebut juga dukungan Presiden ketujuh RI, Joko Widodo atau Jokowi. Padahal, kata dia, Indonesia akan menghadapi El Nino dan La Nina yang dapat mempengaruhi cadangan pangan dalam negeri.

"Terima kasih langkah-langkah kita di akhir tahun 2024 juga karena dukungan Presiden Joko Widodo sebelumnya kita mampu mengatasi tahun ini yang tidak ringan karena kita hadapi El Nino sekaligus La Nina, musim kering tapi kita mampu mengatasi, mampu menghadapi," kata Prabowo.

Tak hanya itu, Prabowo menyebut kondisi geopolitik juga akan mempengaruhi ketersediaan pangan. Namun, Prabowo bersyukur stok pangan Indonesia terkendali.

"Masalah geopolitik berpengaruh dengan masalah pangan kalau terjadi suatu ketegangan dan krisis negara-negara yang biasanya ekspor pangan akan menghentikan ekspor mereka. Ini fenomena yang sudah terjadi berkali-kali," ujar dia.

Prabowo meyakini Indonesia semakin kuat di bidang pangan. Dia menargetkan Indonesia bisa bebas impor semua komoditas pangan.

"Alhamdulillah kita sekarang berada dalam posisi yang semakin kuat dan semakin ke depan kita akan tambah kuat di bidang ini. Kita nanti tidak hanya bebas dari impor beras, tapi kita harus bebas dari impor semua komoditas pangan," pungkas Prabowo (SP.news)

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X