Prabowo Tawarkan MBZ Kerjasama Ketahanan Pangan hingga Energi

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 25 November 2024 | 12:15 WIB
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), di Abu Dhabi.
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), di Abu Dhabi.

Abu Dhabi, SUARA PEMBARUAN - Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), di Abu Dhabi.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo mengundang UEA untuk bekerjasama dengan Indonesia dalam menjamin keamanan dan ketahanan pangan.Baca Juga: H-3 KPU Bengkulu Salurkan Logistik Pilkada ke TPS

Kerja sama ini dianggap penting untuk memastikan keberlanjutan pasokan pangan yang aman dan terjangkau, serta untuk memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara.

Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan pangan, sementara UEA memiliki pengalaman dan teknologi dalam sektor agribisnis dan ketahanan pangan.Baca Juga: Jelang Libur Nataru, Pertamina Patra Niaga JBT Sidak Uji Tera di 128 SPBU Jateng dan DIY

Kedua negara diharapkan dapat saling mendukung dalam menciptakan sistem pangan yang lebih stabil dan berkelanjutan, yang dapat menguntungkan kedua belah pihak.
“Prioritas saya dalam pemerintah yang saya pimpin ke depan adalah terutama untuk menjamin keamanan dan ketahanan pangan,” kata Prabowo kepada MBZ.Baca Juga: Respon soal Keterlibatan Jokowi, Ahmad Luthfi: Beliau Masyarakat Biasa

Prioritas pemerintah selanjutnya yang diungkapkan Prabowo kepada MBZ adalah ketahanan energi, dan untuk melaksanakan hilirisasi.

“Processing dari semua bahan baku kita di Indonesia supaya mendapat nilai tambah, ini berarti kita ingin melaksanakan industrialisasi yang sangat besar,” jelas Prabowo.

Prabowo mengatakan dalam hal ini Indonesia melihat UEA dengan positif dan merasakan bahwa kedua negara, baik Indonesia maupun UEA, memiliki kepentingan yang sama.Baca Juga: Respon soal Keterlibatan Jokowi, Ahmad Luthfi: Beliau Masyarakat Biasa

“Kita bisa bekerja di beberapa bidang dan kami ingin mengundang UEA untuk aktif berpartisipasi dalam ekonomi kami,” ujarnya.

MBZ di sisi lain menyoroti beberapa capaian konkret dari kerja sama kedua negara, termasuk pertumbuhan perdagangan nonmigas yang mencapai 12% pada 2023 dengan nilai sekitar US$ 4,6 miliar.Baca Juga: Tampil Bombastis Dalam Debat Ketiga, MARI-YO: Saatnya Kita Untai Karya Nyata, Bukan Karya Cerita !

Ia pun optimistis target perdagangan senilai US$ 10 miliar dapat terwujud melalui implementasi perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif dan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral.

Selain itu, UEA dan Indonesia juga telah menjalin kerja sama di berbagai sektor strategis, seperti energi terbarukan, aksi iklim, kecerdasan buatan, pendidikan, dan keamanan pangan.Baca Juga: Ketua Partai Diduga Lakukan Pelecehan, Ketua Pemuda Perubahan Papua Minta Diproses Hukum Siapapun Dia

”Ini semua memastikan bahwa kita hari ini berangkat dari fondasi yang kokoh. Insya Allah kita akan lebih memperkuat pondasi ini, memperluas cakupan bidang kerja sama, dan mempergunakan setiap peluang yang tersedia,” kata MBZ.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X