Bandung, SUARA PEMBARUAN – Kepolisian Resort Cianjur, Jawa Barat telah menetapkan mantan pemain Timnas U-23 Indonesia tahun 2013-2014, Syakir Sulaiman menjadi tersangka kasus narkoba pada Rabu (06/10/2024) lalu dan mengamankan barang bukti yakni 2.700 butir obat terlarang dari berbagai jenis.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Resort Cianjur, Jawa Barat AKP Tono Listianto menjelaskan bahwa Syakir Sulaiman ditangkap di rumahnya. "Kami langsung melakukan pendalaman dan menyebar anggota untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku yang sudah tinggal di Cianjur sejak beberapa tahun terakhir," ujar Tono.
"Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, diketahui pelaku merupakan mantan pemain Timnas U-23 tahun 2013-2014 dan masih aktif sebagai pemain di klub sepakbola Aceh United," tambahnya.
Dikatakan Tono, mantan pemain Timnas U-23 itu sudah menjalankan aksinya sejak dua tahun terakhir dengan dalih kesulitan uang.
"Tidak ada perlawanan saat ditangkap, dan pelaku dibawa ke Polres Cianjur," tegasnya.
Atas perbuatannya, Syakir dijerat Pasal 35 Jo Pasal 435 ayat 2 UU RI Nomor 17 tahun 2023 tentang kesehatan. "Tersangka terancam kurungan penjara maksimal 15 tahun," tandas Kasat Reskrim Polda Cianjur.
Berkaca dari dalih kesulitan uang eks pemain Timnas U-23 terhadap motif kasus pengedaran narkoba itu, berikut ini ulasan terkait perjalanan karier hingga nilai pasar Syakir Sulaiman di dunia sepak bola Indonesia.
Perjalanan Karier Syakir Sulaiman
Dimulai dari PSSB Bireuen, Aceh, pada tahun 2010, seperti dilansir dari laman Transfermarkt, mantan anak asuh pelatih Indra Sjafri itu juga pernah berkiprah di klub Persiraja Banda Aceh, Persiba Balikpapan, Sriwijaya FC, Bali United, dan Aceh United.
Dan akhirnya Syakir Sulaiman mampu menjadi pemain muda terbaik Liga Super Indonesia 2013 saat dirinya membela Sriwijaya FC, hingga membawanya ke trial di klub Jepang, Ventforet Kofu.
Kegemilangan karier Syakir di klub, membuat Indra Sjafri selaku pelatih Timnas Indonesia U-23 kala itu tertarik membawanya untuk berkompetisi di Piala AFF U-23 2013-2014.
Syakir Sulaiman yang kini berusia 32 tahun itu pernah bermain sebanyak 6 kali bersama Tim Garuda Muda pada masanya.
Syakir pernah memiliki harga pasaran tertinggi senilai Rp434,54 juta pada tanggal 31 Mei 2017 silam, lantaran menempati posisi strategis sebagai gelandang serang dengan segala pengalamannya di klub maupun tim nasional.
Nilai pasar tertinggi itu diketahui dari kepindahan Syakir yang sebelumnya membela Bali United menuju Aceh United pada 1 Januari 2018 dan Aceh United menjadi klub terakhirnya sebelum akhirnya memutuskan pensiun pada tahun 2019 lalu. (*)
Artikel Terkait
Kejuaraan Bola Basket 'Manyala' di Serui, Paulus Waterpauw Diminta Dukung Talenta Anak Muda
Viral Pernyataan Kontroversial Peter Gontha Soal Pemain Diaspora Timnas Indonesia, Ini Pembelaan PSSI dan Kebijakan FIFA
Gelar Sembiz, Pemkot Semarang Jemput Bola Gaet Investor