Investasi Rp 179 Miliar, Produsen Alkes Jerman PT Beurer Resmikan Pabriknya di Kawasan Industri Kendal

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 25 Oktober 2024 | 13:39 WIB
Produsen alat kesehatan asal Jerman, PT Beurer Indonesia Technology, meresmikan pembukaan pabriknya di Kendal Industrial Park, Kendal, Jawa Tengah (Jateng), pada Selasa (22/10).
Produsen alat kesehatan asal Jerman, PT Beurer Indonesia Technology, meresmikan pembukaan pabriknya di Kendal Industrial Park, Kendal, Jawa Tengah (Jateng), pada Selasa (22/10).

Kendal, SUARA PEMBARUAN - Produsen alat kesehatan asal Jerman, PT Beurer Indonesia Technology, meresmikan pembukaan pabriknya di Kendal Industrial Park, Kendal, Jawa Tengah (Jateng), pada Selasa (22/10).


Ini menjadi pabrik pertama Beurer di Asia Tenggara dan yang kedua di Asia setelah China.
Peresmian pabrik PT Beurer Indonesia dihadiri Sekretaris Daerah Jateng Sumarno, Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Lucia Rizka Andalusia, serta Direktur Promosi Wilayah Amerika-Eropa Kementerian Investasi dan Hilirisasi Sri Endang Novitasari. CEO Beurer GmbH, Marco Bühler, turut hadir dalam acara tersebut.Baca Juga: Ini Dua Perintah Prabowo Subianto untuk Ahmad Luthfi


Direktur Promosi Wilayah Amerika-Eropa Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Sri Endang Novitasari mengatakan, pemerintah sudah memfasilitasi persiapan investasi Beurer sejak 2021.

Kala itu Beurer masih mengkaji apakah akan membuka pabriknya di Indonesia atau negara lain di Asia.


Beurer akhirnya menandatangani kesepakatan investasi di Pavilion Indonesia di sela-sela acara International Hannover Messe 2023. Proses penandatanganan disaksikan langsung Airlangga Hartarto selaku menteri koordinator bidang perekonomian dan Agus Gumiwang Kartasasmita selaku menteri perindustrian. Baca Juga: Pakai YZF-R9, Yamaha Indonesia dan Aldi Satya Mahendra Bakal Berkiprah di World Supersport 2025


"Mereka memilih indonesia. Kami sangat mengapresiasi sekali dari sisi pemerintah. Tentu saja dengan adanya Beurer ini bisa membuka peluang-peluang lapangan kerja dan bisa meningkatkan kemandirian nasional karena kita punya potensi yang besar dari segi market," ungkap Sri Endang Novitasari.


Dia menambahkan, total investasi PT Beurer Indonesia Technology mencapai Rp 179 miliar. "Tapi baru terealisasi Rp 107 miliar per kuartal ketiga. Nanti kan masih ada triwulan keempat. Sudah hampir terealisasi semuanya," ucapnya. Baca Juga: Agustina: Perlu Layanan Khusus Bagi Remaja Agar Tak Terlibat Gangster atau Kreak


Sementara untuk penyerapan tenaga kerja, PT Beurer Indonesia Technology diperkirakan akan merekrut antara 50 hingga 100 pekerja lokal. "Karena memang mereka (Beurer) menggunakan teknologi tinggi," kata Sri.


Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Lucia Rizka Andalusia mengapresiasi pembukaan pabrik PT Beurer Indonesia Technology di Kawasan Industri Kendal. Baca Juga: Ini Strategi Jaguar untuk Mengurangi Stunting di Kota Semarang


Dia mengungkapkan, saat ini hanya 20 persen alat kesehatan di Indonesia yang diproduksi di dalam negeri. "Kita masih 80 persen tergantung dari produk impor," ucapnya.


Lucia mengatakan, PT Beurer Indonesia Technology memproduksi alat-alat kesehatan yang dibutuhkan di dalam negeri, salah satunya alat pengukur tekanan darah.Baca Juga: Mengatasi Banjir dan Rob di Semarang, Ini Solusi Iswar Aminuddin

"Dengan adanya industri alat kesehatan di Indonesia, tentunya kita tidak tergantung pada produk impor. Selain itu juga harga yang terjangkau, jadi dapat dibeli masyarakat Indonesia," ujarnya.


Fasilitas produksi PT Beurer Indonesia Technology di Kawasan Industri Kendal berdiri di atas lahan seluas 8.513 meter persegi.


CEO Beurer GmbH, Marco Bühler, mengungkapkan, nantinya alat-alat kesehatan yang diproduksi di Kendal tidak hanya akan dipasarkan di dalam negeri, tapi juga diekspor ke luar negeri. Baca Juga: Mbak Agustin: Semarang Bisa Jadi Kota Pariwisata yang Berkualitas

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB
X