Kota Semarang Punya Potensi Pengembangbiakan Sapi Wagyu

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 18 Oktober 2024 | 09:56 WIB
Mbak Ita ini menilik budidaya sapi Wagyu yang berasal dari Jepang di Jatirejo Farm, Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Rabu (16/10).
Mbak Ita ini menilik budidaya sapi Wagyu yang berasal dari Jepang di Jatirejo Farm, Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Rabu (16/10).

Semarang, SUARA PEMBARUAN - Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengunjungi peternakan terpadu Jatirejo Farm untuk melihat secara langsung pengembangbiakan sapi wagyu yang dikenal memiliki daging premium.

Perempuan yang akrab disapa Mbak Ita ini menilik budidaya sapi Wagyu yang berasal dari Jepang di Jatirejo Farm, Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Rabu (16/10).

"Di Jatirejo Farm ada peternakan sapi perah untuk susu, dan penggemukan untuk diambil daging. Yang istimewanya di sini sedang dikembangkan sapi wagyu," ujar Mbak Ita.

Baca Juga: Rakorda ST2023 Fokus Data Akurat Kebijakan Pertanian Bengkulu

Bekerja sama dengan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), para peternak sapi Jatirejo Farm mengembangbiakkan sapi wagyu yang belum banyak dikenal di Indonesia khususnya Kota Semarang, namun memiliki potensi yang luar biasa.

"Dari BRIN nanti akan bantu mengembangbiakkan untuk pengambilan semen beku atau spermanya, sehingga nanti bisa dipakai untuk pengembangbiakan di kota Semarang dan wilayah lainnya," papar Mbak Ita.

Mbak Ita menyebut, Jatirejo Farm merupakan peternakan terpadu, di mana mulai dari kotoran ternak bisa diubah menjadi biogas dan pupuk. Bahkan, pakan sapinya juga merupakan hasil budidaya rumput yang diberi nama Rumput Pak Cong.

Baca Juga: Pemprov Bengkulu Fasilitas Penyelesaian Sengketa Agraria Masyarakat dan PT BRS

"Makanan sapi juga dari rumput di sini yang dibudidayakan. Rumput ini bernama rumput pak Cong yang memiliki protein lebih tinggi. Di sini juga dibuat pakan ternak menggunakan choper yang memakai tenaga surya. Jadi segala pemenuhan kebutuhan dari dalam Jatirejo Farm sendiri," ungkapnya.

Di Jatirejo Farm, lanjut dia, peternakan sapi mulai dari pembiakan, persemaian, termasuk inseminasi dilakukan. "Pemeliharaan sapi dimulai dari umur 1-4 bulan, kemudian di atas 4 bulan, hingga yang mulai menghasilkan susu, penggemukan, semua terintegrasi," imbuhnya.

Baca Juga: Paslon Bupati-Wabup Rachmat-Tarmizi Janjikan Jalan Rusak di Benteng Disulap Jadi Mulus

Ia berharap, para peternak lainnya bisa mencontoh Jatirejo Farm yang bisa mengembangkan potensi yang dimiliki. "BRIN dan BRIDA, Pemkot Semarang serta para peternak sangat luar biasa bergerak untuk tujuan kedaulatan pangan," papar dia.

Menurut dia, kerja sama dan sinergi telah menciptakan banyak inovasi. Seperti, padi Biosalin yang ditanam di wilayah pesisir dengan air payau yang bisa dikembangkan oleh BRIN dan diimplementasikan di Kota Semarang.

Baca Juga: GIIAS Semarang 2024 Hadir di Muladi Dome Undip, Ini Rute Menuju Venue

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Unibraw Kediri Olah Limbah Ternak

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB
X