Ada Tekanan Kuat Sehingga Airlangga Mundur dari Ketum Golkar

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Minggu, 11 Agustus 2024 | 21:32 WIB
Airlangga Hartarto, mundur daru Ketua Umum DPP Partai Golkar. (Ist)
Airlangga Hartarto, mundur daru Ketua Umum DPP Partai Golkar. (Ist)

Jakarta – Suarapembaruan.news. Dunia politik Indonesia dihebohkan dengan pernyataan Airlangga Hartarto yang mengumumkan dirinya mundur dari jabatan Ketua Umum DPP Golkar pada Minggu (11/8/2024).

Menko Bidang Perekonomian pada Kabinet Indonesia Maju itu dalam rekaman videonya yang menyebar, menyatakan pamit dari jabatannya demi menjaga stabilitas transisi pemerintahan ke depan dan keutuhan Golkar. "Saya Airlangga Hartarto, setelah mempertimbangkan dan untuk menjaga keutuhan Partai Golkar dalam rangka memastikan stabilitas transisi pemerintahan yang akan datang terjadi dalam waktu dekat, maka dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim serta atas petunjuk Yang Maha Besar, maka dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai ketua Umum DPP Partai Golkar," ujar Airlangga.

Tidak ada alasan lain yang mengemuka atas pengunduran diri itu, Airlangga hanya mengatakan ini soal keutuhan Partai Golkar, pengunduran dirinya  terhitung sejak Sabtu 10 Agustus 2024 malam,  dan mengatakan DPP Partai Golkar akan segera menyiapkan mekanisme organisasi sesuai dengan ketentuan AD/ART organisasi yang berlaku, dan semua proses akan dilakukan dengan damai, tertib dan menjunjung tinggi marwah Partai Golkar.

Menurutnya, demokrasi harus terus dikawal dan partai politik adalah pilarnya. Airlangga  juga menyebut berbagai prestasi yang telah diraih Partai Golkar selama 60 tahun. Dan terakhir pada Pemilu 2024, Golkar memenangkan 102 kursi DPR RI. Dalam Pilpres 2024, Golkar juga memberikan kontribusi besar dalam kemenangan Prabowo-Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029. Airlangga yakin seluruh prestasi yang dicapai akan dilanjutkan lebih baik lagi.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma'ruf Amin, presiden terpilih dan wakil presiden terpilih selanjutnya Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, serta petinggi dan senior Partai Golkar.

Mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga Wapres ke 10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) mengatakan Airlangga telah berhasil memenangkan Prabowo Subiantao dan Gibran Rabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih, itu prestasi yang penuh pengorbanan, Jika beliau mundur tentu ada alasan yang lebih kuat lagi.

Ketua Partai itu diukur dari keberhasilannya di pemilu dan pemerintahan dimana dia menjabat, karena itu kita juga terkejut Airlangga mendadak mundur, berarti ada alasan yang kuat, mungkin saja menyangkut pribadi sehingga dia harus mengundurkan diri.

Airlangga berhasil meningkatkan kursi di DPR dalam pemilu, baik di pusat maupun daerah sehingga tidak ada alasan dari kader-kader untuk menurunkannya  kecuali ada alasan yang lebih kuat dari fungsi yang tentu lebih kuat.

Tekanan Lebih Kuat

Menanggapi soal pengganti Airlangga, JK katakan Golkar itu memproses pemimpinannya lewat Munas, kan Munas belum, nanti Desember mendatang, “Jangan karena ada tekanan-tekanan yang luas sehingga partai harus menyerah, buat apa ada puluhan juta kader kalau itu terjadi,” tandasnya.

JK menduga ada tekanan yang lebih kuat sehingga Arirlangga mundur, karena kalau secara internal semua sudah setuju menunggu Munas Desember. “Kemungkinan ada tekanan eksternal karena kalau internal harus melalui Munas dan Rapim, tidak bisa orang perorang mengatakan itu dan juga tidak bisa internal diturunkan ditengah-tengah tanpa Munas,” jelasnya.

Soal wacana memajukan Munas pertengahan Agustus, JK katakan, itu harus dipertanyakan siapa yang meminta dimajukan, karena keputusan Munas dan Rapim itu nanti Desember.

Menghadapi Pilkada mendatang, tentu ada pengaruh dengan keputusan partai, menurut JK kalau ketua umum berhalangan tetap sebelum Munas tentu harus ada pejabat Ketua Umum, tentu saja posisinya sama dengan ketum, mengganti sementara sampai dengan Munas

Menanggai pertanyaan kemungkinan adanya tokoh yang bukan kader Golkar untuk menjadi Ketum, JK mengatakan, Ketum Golkar itu harus dipilih melalui Munas dan salah satu persyaratannya, dia harus berasal dari kader Golkar, harus dibuktukan minimum lima tahun  pernah menjadi pengurus dilevel pusat atau minimum satu tingkat dibawahnya atau pengurus provinsi, jelasnya, (SP.news/MK Said)

Halaman:

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB
X