Wapres Ma'ruf Amin Apresiasi Keberadaan Pabrik Pengolahan Limbah B3 di Pasuruan

Photo Author
Fuska Sani Evani, Suara Pembaruan
- Kamis, 27 Juni 2024 | 22:12 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin (dua dari kiri) saat meninjau pabrik pengolahan limbah B3 di Pasuruan (Kamis, 27/6/2024). - (Ist)
Wakil Presiden Ma'ruf Amin (dua dari kiri) saat meninjau pabrik pengolahan limbah B3 di Pasuruan (Kamis, 27/6/2024). - (Ist)

Surabaya, suarapembaruan.news - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengapresiasi, keberadaan pabrik pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Menurutnya, pengolahan Limbah atau Sampah industri merupakan hal penting terutama B3.

"Beberapa waktu lalu isue sampah menjadi isue penting dan saat ini pemerintah mendorong tempat tempat pengolahan sampah atau limbah," ungkapnya, saat meninjau Pabrik PT. Prada Tanara Pratama (PTP), Kamis (27/6/2024).

Wapres berharap, pengolahan sampah atau limbah B3 diharapkan masih bisa berada di kawasan industri. Jangan sampai limbah B3 ini berada di luar area industri.

"Saya mengapresiasi kawasan ini yang terbagi dalam tiga jenis yakni sampah limbah, sampah cair dan B3. Ke depan area kawasan sampah akan diperluas lagi sampai di Ngawi," katanya.

Ia berpesan, pengelolaan sampah atau limbah harus terintegrasi dalam kawasan industri sehingga tidak ada persoalan lingkungan.

"Saya kira persoalan lingkungan ini menjadi perhatian pemerintah terutama pembangunan SDG's sekaligus komitmen menurunkan emisi karbon," tutupnya.

Sementara itu Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, dalam laporannya mengatakan, PT. Prada Tanara Pratama ini, merupakan pabrik baru pengolahan limbah B3 dengan luas 3.500 meter persegi.

Pabrik ini juga masuk ke dalam skala perusahaan nasional. keberadaannya akan menjadi fasilitas pengolahan limbah dengan metode insenerasi.

Metode ini adalah teknik menguapkan kandungan air dalam sampah menjadi sampah/limbah kering yang ada di PT. PIER Pasuruan.

Perusahaan ini dikatakan, dibangun sejak Maret 2023. Saat ini pembangunan mencapai 60 persen. Diproyeksikan pada bulan Agustus 2024 mendatang sudah mulai beroperasi dengan menyerap tenaga kerja bagi masyarakat Jatim dan Pasuruan khususnya. (SPnews/TK)

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X