Pemerintah Sediakan Bantuan Dana Untuk Perbaikan Rumah Korban Gempa Tuban

Photo Author
Fuska Sani Evani, Suara Pembaruan
- Senin, 25 Maret 2024 | 21:03 WIB
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, didampingi Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono, saat meninjau dampak gempa terparah di Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur. (Ist)
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, didampingi Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono, saat meninjau dampak gempa terparah di Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur. (Ist)

 

Pemprov Jatim Salurkan Material  Bangunan Rusak

Surabaya, suarapembaruan.news -  Pemerintah Pusat  menyediakan bantuan dana bagi rumah yang rusak korban gempa di Perairan Tuban, Jawa Timur. Untuk rumah rusak ringan, disediakan  Rp 15 juta, sedang Rp 30 juta dan rusak berat sebesar Rp 60 juta. 
 
Untuk kategori rumah rusak ringan, sedang, maupun berat, pemerintah sudah mempunyai kriteria tersendiri. Saat ini fokus terhadap kebutuhan logistik seperti air minum. 
 
“Setelah tidak ada gempa susulan, kita akan masuk ke tahap rehabilitasi rekonstruksi seperti di daerah lain," ungkap  Kepala Badan Basional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, saat meninjau langsung dampak gempa bumi di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Minggu (24/3/2024).
 
Dalam peninjauan langsung, Kepala BNPB didampingi Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, Deputi Penanganan Darurat BNPB Mayjen Fajar Setyawan, Kepala Pusdatin BNPB Abdul Muhari, serta Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 
 
Bawean merupakan   pulau yang menjadi kawasan paling terdampak gempa tektonik Magnitudo 6,5 di 132 km Timur Laut Tuban pada dua hari lalu.
 
Ada empat lokasi terdampak yang ditinjau. Di titik satu rombongan mendatangi dua rumah, satu musala, dan satu sekolah di Desa Suwari, Kecamatan Sangkapura. Atap dari kedua rumah tersebut tampak rusak akibat gempa, sementara menara musala ada yang runtuh. 
 
Sedangkan untuk sekolahan terdampak, yakni MTs Maarif V dan MD TA NU 28 Suwari, plafon di lantai dua rusak parah dan berjatuhan. Mulai dari ruang kelas, laboratorium, hingga ruang guru banyak mengalami atap gentingnya roboh serta tembok kelas retak. 
 
Titik selanjutnya yang ditinjau ialah posko pengungsian di Lapangan Voli Desa Suwari. Dalam kesempatan  ada penyerahan bantuan dari BNPB berupa 20 paket sembako, 20 pouch makanan siap saji, dan 20 hygiene kit. 
 
Sementara, bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada Pemkab Gresik diberikan di Posko Darurat Utama di Kantor Kecamatan Sangkapura.
 
Bantuan tersebut berupa 50 karton makanan siap saji, 50 karton air mineral, 200 lembar terpal, 50 karton lauk pauk, 100 paket sembako, 100 matras, serta 200 selimut, 1 unit tenda pengungsi dan 2 unit tenda keluarga.
 
Titik terakhir yang tak luput dari tinjauan yaitu Pelubahan Bawean. Di sana melihat langsung sejumlah fasilitas yang rusak akibat gempa. Hal yang paling disorot ialah retaknya akses jalan dermaga, sehingga menghambat mobilisasi warga. 
 
Pj. Gubernur Adhy menambahkan, penanggulangan bencana yang dilakukan baik pemerintah pusat maupun provinsi telah diusahakan maksimal. Pihaknya memastikan kebutuhan logistik masyarakat terdampak akan terpenuhi.
 
"Di kapal yang akan datang itu, ada logistik dapur umum, personel Tagana, juga personil kesehatan. Untuk bangunan yang rusak, Pemprov Jatim juga menyediakan material seperti semen," ujarnya.
 
Selain bantuan logistik, Pj. Gubernur Adhy memastikan bakal ada bantuan trauma healing untuk masyarakat di Pulau Bawean. Ia menyampaikan dalam waktu dekat, tenaga psikolog itu akan datang.
 
"Salah satu komponen aktivasi untuk tanggap darurat kita adalah dukungan psikososial. Ini sudah kita siapkan, tinggal menunggu kapal saja karena perjalanannya berat dan membutuhkan kapal berat," kata Adhy. (SPnews/TK)

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X