Surabaya, suarapembaruan.news – Presiden Jokowi mengatakan, melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah, seluruh jalan yang exsiting-nya kurang baik telah diperbaiki pada tahun 2023. Hingga saat ini perbaikan tersebut, menghabiskan anggaran Rp 14,6 triliun. Tahun ini akan teruskan hingga mencapai Rp 15 triliun.
Khusus untuk Jawa Timur, anggaran Inpres Jalan Daerah telah mencapai Rp. 925,2 miliar. Angka yang besar dan nantinya jalan yang perlu diperbaiki di Jatim akan dilanjutkan.
Kepala Negara menyampaikan hal tersebut, saat meresmikan Inpres Jalan Daerah Provinsi Jatim Bagian Selatan di Jalan I, Raya Dungus, Krajan II, Mojopurno, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Jumat (8/3/2024).
Peresmian yang dilakukan terpusat di Jalan Inpres Ruas Dungus - Batas Kota Madiun tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti oleh Presiden Jokowi.
Inpres Jalan Ruas Dungus - Batas Kota Madiun sepanjang 8,73 km ini dibangun menggunakan dana APBN 2023 sebesar Rp. 27,41 miliar.
Sedangkan, total ruas inpres jalan daerah di Jatim bagian selatan tercatat sebanyak 20 ruas dengan panjang 209,46 km dan 2 jembatan dengan panjang 184,74 m. Pengerjaannya setidaknya menelan dana sebesar Rp. 545,7 miliar.
Total di Jatim tercatat sebanyak 35 ruas jalan dan jembatan telah dilakukan pemeliharaan dan perbaikan dengan panjang 275,51 km. Langkah tersebut menghabiskan anggaran APBN 2023 sebesar Rp. 925,2 miliar.
Secara khusus, Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menyambut baik peresmian Inpres Jalan Daerah di Jatim ini.
Menurutnya, perbaikan dan pemeliharaan jalan menjadi hal penting dalam menunjang mobilitas masyarakat dan meningkatkan konektivitas.
“Jalan ini menghubungkan banyak tempat dan membuat mobilitas meningkat. Sehingga konektivitas ini menjadi penting. Terimakasih Bapak Presiden Jokowi atas dukungan dan bantuan dalam upaya meningkatkan mobilitas dan konektivitas di Jatim,” katanya.
Adhy mengatakan, dengan konektivitas yang telah terhubung antar wilayah, maka hal ini dapat meningkatkan sektor perekonomian masyarakat sekitar. Yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Misalnya jalan inpres ini menghubungkan dengan tempat wisata. Yang dulunya kurang rata, kini sudah rata. Maka perekonomian masyarakat akan meningkat.
"Tidak hanya itu, keberadaan inpres jalan daerah ini juga menghubungkan kawasan produktif yang mendukung baik sektor pertanian, sektor industri, dan pariwisata," ungkapnya. (SPnews/TK)
Artikel Terkait
Destinasi Wisata Nasional Harus Siap Menghadapi Potensi Lonjakan 14 Juta Wisatawan di Tahun Ini
Basarnas Makassar Raih Prestasi Nasional
Sambut Hari Gizi Nasional Pertamina Gelar Gizi Baik Award
Pemanfaatan Kearifan Lokal Langkah Strategis Mewujudkan Ketahanan Nasional
Empat Agenda Pariwisata Bengkulu Masuk Kalender Event Nasional