Sorong,SUARAPEMBARUAN.COM - Semangat belajar Bahasa Inggris di Pulau Doom semakin membara! Program pelatihan “Doom Tra Kosong!” memasuki hari kedua pada Senin (4/5/2026) dengan pemandangan yang luar biasa.
Ruang-ruang kelas sekolah di pulau tersebut disulap menjadi pusat belajar Bahasa Inggris yang hidup dan penuh energi.
SD Misi Stella Maris Doom, SMA Negeri 4 Kota Sorong (Doom), SMP YPK Doom, hingga Gedung Sekolah Minggu Noach membuka pintu lebar-lebar. Total puluhan ruangan kelas digunakan secara maksimal untuk menampung ratusan peserta dari berbagai kalangan-mulai dari anak-anak SD hingga masyarakat umum.Suasana belajar terlihat sangat aktif dan menyenangkan.
Para peserta mengikuti pelatihan dengan penuh semangat, sementara para trainer menyampaikan materi secara praktis dan interaktif sehingga mudah dipahami serta langsung bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penggagas sekaligus inisiator program, Engelin Yolanda Kardinal, menyampaikan rasa syukurnya yang mendalam.“Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, kegiatan ini berjalan lancar dan penuh berkah. Semua ini berkat dukungan luar biasa dari banyak pihak,” ujarnya.
Engelin juga mengapresiasi tinggi kolaborasi yang terjalin. Ia mengucapkan terima kasih kepada para kepala sekolah, guru, pihak gereja, Filda Malari Founder Indonesia Brain Camp beserta Tya Rahayaan pemerhati pendidikan dan tim pengajar Indonesia Brain Camp. Serta seluruh masyarakat Pulau Doom yang antusias mengajak anak-anaknya ikut belajar.
“Terima kasih juga kepada Ketua Pelaksana Melkianus Muay (Melki) beserta seluruh tim yang bekerja keras. Ini adalah kerja sama yang luar biasa,” tambahnya.
Program “Doom Tra Kosong!” merupakan kolaborasi antara Yayasan Pulau Doom Papua, Indonesia Brain Camp, RYLICH PANORAMA HOTEL, dan BPD HIPMI Papua Barat Daya.
Pelatihan intensif ini tidak hanya fokus pada kemampuan berbicara Bahasa Inggris, tapi juga bertujuan membangun kepercayaan diri generasi muda Pulau Doom agar siap menghadapi tantangan global.
“Ini baru langkah awal, tapi kami yakin ini akan menjadi fondasi kuat bagi masa depan anak-anak Pulau Doom,” tegas Engelin.
Dengan semangat “Doom Tra Kosong!”, Pulau Doom sedang menulis cerita inspiratif tentang bagaimana sebuah pulau kecil bergerak maju melalui pendidikan. Semoga semakin banyak anak Pulau Doom yang mahir berbahasa Inggris dan berani bermimpi besar."