Memanas Lagi! Iran Tutup Selat Hormuz, Ketegangan AS Makin Tajam

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Minggu, 19 April 2026 | 16:45 WIB
Menyoroti isu jalur viral perdagangan minyak, Selat Hormuz yang kembali ditutup di tengah upaya blokade AS terhadap kapal-kapal pelabuhan Iran. (Instagram.com/@realdonaldtrump)
Menyoroti isu jalur viral perdagangan minyak, Selat Hormuz yang kembali ditutup di tengah upaya blokade AS terhadap kapal-kapal pelabuhan Iran. (Instagram.com/@realdonaldtrump)


Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Perkembangan terbaru di kawasan Timur Tengah kembali memicu perhatian global setelah Iran memutuskan menutup kembali Selat Hormuz, salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia. Langkah ini diambil hanya beberapa waktu setelah sebelumnya jalur tersebut sempat dibuka.

Pembukaan sempat terjadi pada Jumat, 17 April 2026, menyusul tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Saat itu, sejumlah kapal komersial dilaporkan mulai melintasi perairan strategis tersebut.

Namun, situasi berubah cepat. Pihak militer Iran mengumumkan bahwa jalur tersebut kembali ditutup pada Sabtu, 18 April 2026. Keputusan ini diambil setelah Teheran menilai Amerika Serikat tidak memenuhi komitmennya, khususnya terkait penghentian blokade terhadap kapal-kapal yang menuju pelabuhan Iran.

Dalam pernyataan resmi yang disiarkan melalui televisi pemerintah, komando militer Iran menyebut bahwa pembatasan akan tetap diberlakukan hingga kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang berlayar ke dan dari Iran benar-benar dipulihkan. Mereka juga menegaskan bahwa pengawasan di Selat Hormuz akan diperketat.

Ketegangan ini disebut berkaitan dengan mandeknya pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat, yang sebelumnya berlangsung di Pakistan. Negosiasi tersebut gagal mencapai kesepakatan, terutama terkait kebijakan tarif dan akses pelayaran.

Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa blokade terhadap pelabuhan Iran akan tetap dipertahankan apabila kesepakatan damai tidak tercapai. Ia juga mengindikasikan kemungkinan tidak memperpanjang masa gencatan senjata yang dijadwalkan berakhir pada 22 April 2026.

Meski demikian, Trump tetap menyampaikan optimisme bahwa peluang tercapainya kesepakatan damai masih terbuka. Sementara itu, kondisi di Selat Hormuz kini kembali menjadi sorotan dunia karena berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi global.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X