BI Bengkulu Gelar Program SERAMBI Permudah Warga Tukar Uang Baru Kebutunan Idulfitri 1447 Hijriah

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Rabu, 11 Maret 2026 | 06:57 WIB
Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat dan Wakil Wali Kota Bengkulu, Roni Tobing foto bersama usai melakukan peresmian SERAMBI penukaran uang kertas baru untuk  Idulfi (Foto/Ist)
Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat dan Wakil Wali Kota Bengkulu, Roni Tobing foto bersama usai melakukan peresmian SERAMBI penukaran uang kertas baru untuk Idulfi (Foto/Ist)

BI Bengkulu Gelar Program SERAMBI Permudah Warga Tukar Uang Baru Kebutunan Idulfitri 1447 Hijriah


Bengkulu, SUARA PEMBARUAN-Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat bersama Wakil Wali Kota Bengkulu, Rony Tobing didampingi Asisten III Pemkot Bengkulu, Tony Elfian serta Kepala OJK Bengkulu, Laksmi Ayu Sintya Dewi, meresmikan pembukaan layanan penukaran uang terpadu Semarak Rupiah Ramadan dan Idulfitri (SERAMBI) 2026, bertempat di lapangan Merdeka, Bengkulu, Selasa (10/3/2026).

Program SERAMBI merupakan agenda tahunan Bank Indonesia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang layak edar selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, yang biasanya mengalami peningkatan signifikan.

Turut hadir pada pembukaan layanan tersebut, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Bengkulu, Ayu Laksmi Syntia Dewi, serta sejumlah perwakilan perbankan, termasuk dari Bank Bengkulu.

Kehadiran berbagai lembaga tersebut menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah, regulator keuangan, dan sektor perbankan dalam memastikan kelancaran layanan penukaran uang bagi masyarakat selama Ramadan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan, pada tahun ini Bank Indonesia menyiapkan jumlah uang baru lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya untuk mengantisipasi tingginya permintaan masyarakat.

Kebutuhan uang tunai pada bulan Ramadan hinga menjelang Idul Fitri memang selalu meningkat setiap tahunnya, terutama untuk kebutuhan transaksi masyarakat dan tradisi berbagi uang baru saat hari raya.

"Permintaan uang kertal pada Ramadan memang relatif tinggi. Secara nasional setiap tahun Bank Indonesia mengeluarkan hampir Rp 8 triliun, dengan puncaknya pada periode Ramadan dan Idul Fitri. Selama Ramadan saja uang yang keluar sekitar Rp 2 triliun,” ujar Wahyu.

Ia menambahkan, peningkatan penyediaan uang layak edar ini bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh uang baru dengan mudah, aman, dan tertata melalui layanan resmi yang disediakan Bank Indonesia bersama perbankan.

Penukaran Tunai dan QRIS

Dalam program SERAMBI 2026, masyarakat dapat melakukan penukaran uang melalui dua metode yang telah disediakan. Pertama adalah metode penukaran tunai langsung (cash to cash), di mana masyarakat dapat menukarkan uang lama dengan uang baru di lokasi layanan yang telah disiapkan.

Metode kedua adalah penukaran digital ke tunai (digital to cash) menggunakan QRIS. Melalui sistem ini, masyarakat dapat melakukan transaksi digital terlebih dahulu sebelum menerima uang tunai yang telah disiapkan.

Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang menggunakan transaksi digital, Bank Indonesia juga memberikan minyak goreng gratis bagi warga yang melakukan penukaran uang menggunakan QRIS.

Wahyu menjelaskan, layanan penukaran uang tersebut telah dimulai sejak 19 Februari 2026, dan akan terus berlangsung hingga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah mendatang.

Halaman:

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB
X