FGD Strategis Pasca Pemilukada, Bupati Didimus Yahuli: Persaudaraan Juga Kekeluargaan Lebih Penting di Yahukimo

Photo Author
Roberth Vanwi, Suara Pembaruan
- Rabu, 26 November 2025 | 18:37 WIB

Jayapura, SUARAPEMBARUAN – Di balik judul  “Membangun Kesadaran Keamanan Masyarakat di Kabupaten Yahukimo Pasca Pemilukada 2024”, Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Rabu (26/11/2025)  justru membuka tabir masalah pelik yang sudah menggerogoti tata kelola pemerintahan kampung sejak 2021 tentang kekosongan ratusan jabatan Kepala Kampung akibat sengketa hukum yang tak kunjung tuntas.

Diprakarsai firma hukum Pieter Ell & Rekan, FGD selama hampir dua jam ini dihadiri sekitar 70 peserta dan menghadirkan barisan narasumber “kelas berat”: Pengacara kondang sekaligus artis DR (C) Pieter Ell, Kasdim 1715/Yahukimo Mayor Inf Sutrisna Bactiar, Wakapolres Yahukimo Kompol Komarul Huda, praktisi hukum Viktor Manengke, Ketua DPRD Yahukimo Son Pehabol, serta Sekda Yahukimo Redison Manurung.

Hasilnya? Empat rekomendasi tertulis yang langsung ditandatangani para narasumber, salah satunya menjadi sorotan tajam. Diantaranya Patroli gabungan TNI-Polri dan masyarakat sipil setiap hari di ibu kota Dekai dan sekitarnya untuk menjaga stabilitas keamanan.

Penundaan eksekusi Putusan PK MA Nomor 174 PK/TUN/2023 tentang SK pengangkatan Kepala Kampung 2021 hingga ada putusan akhir atas Peninjauan Kembali Kedua (PK-II) yang diajukan Pemda Yahukimo.

Pengawasan ketat distribusi dana kampung dan dana BOS agar tepat sasaran dan tidak lagi jadi “ladang konflik.  Pelibatan tokoh adat, agama, perempuan, dan pemuda dalam penegakan hukum serta perlindungan HAM di Yahukimo.

Persaudaraan Lebih Penting dari Politik

Sebelum FGD dimulai, Bupati Yahukimo Didimus Yahuli yang hadir membuka acara menegaskan, Pemilukada 2024 sudah selesai, kini saatnya merajut kembali persaudaraan.

“Yahukimo adalah rumah besar kita bersama. Yang menang wajib mengayomi, yang belum terpilih tetap menjadi bagian penting pembangunan. Tidak ada lagi ruang untuk hoax, provokasi, dan adu domba—baik langsung maupun di media sosial,” tegas Didimus.

“Hubungan kekeluargaan dan adat jauh lebih berharga daripada kepentingan sesaat pasca-Pemilukada,” tambahnya disambut tepuk tangan meriah peserta.

FGD yang berlangsung khidmat namun penuh semangat ini ditutup dengan komitmen bersama: menjadikan Yahukimo aman, stabil, dan pembangunan kembali bergulir setelah empat tahun terhambat oleh sengketa kepala kampung yang berkepanjangan.*

Editor: Roberth Vanwi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X