JK: Kalau Tidak Ada Apa-Apa, Tidak Usah Khawatir Soal Hak Angket

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Sabtu, 24 Februari 2024 | 16:20 WIB
JK menghadiri ujian promosi Doktor Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin di Universitas Indonesia, Sabtu (24/02/2024). (foto Ist)
JK menghadiri ujian promosi Doktor Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin di Universitas Indonesia, Sabtu (24/02/2024). (foto Ist)

Jakarta-Suarapembaruan.news. Rencana pengajuan hak angket oleh partai koalisi pendukung Capres – cawapres no urut 1, dan nomor urut 3 terus bergulir dan isu itu kian menghangat, tujuannya untuk menyikapi dugaan kecurangan Pemilu 2024 yang melibatkan Partai koalisi capres nomor urut 02.

Menanggapi isu tersebut Wapres RI ke 10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) kepada wartawan mengungkapkan, hak angket tersebut baik untuk kedua belah pihak, dalam hal ini penggugat dan tergugat. Kalau tidak ada apa-apa, tidak usah khawatir soal hak angket itu.

Menurutnya, dengan adanya hak angket dapat menjadi moment bagi pihak tergugat untuk melakukan klarifikasi terhadap kecurigaan kecurangan pemilu baru-baru ini. Ada pun dari sisi pihak penggugat dapat menghilangkan kecurigaan yang selama ini muncul.

Hal tersebut disampaikan JK usai menghadiri ujian promosi Doktor Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin di Universitas Indonesia, Sabtu (24/02/2024).

“Tentunya hak angket itu baik bagi kedua belah pihak, karena sekarang ini banyak isu bahwa ini ada masalah. Jadi kalau ada angket kalau memang tidak ada soal, itu bagus sehingga menghilangkan kecurigaan”, ujar JK.

Lebih lanjut JK berpesan agar kepada pihak tergugat jika tidak merasa bersalah tidak perlu khawatir terhadap hak angket yang diajukan DPR.  Namun demikian JK juga mengungkapkan apabila pihak tergugat merasa khawatir itu bisa menjadi indikasi adanya kecurangan pada pemilu 2024 terutama pilpres.

“Jalani saja tidak usah khawatir. Kalau memang tidak apa-apa bisa jadi klarifikasi kecuali ada apa-apa tentu takut jadinya”, jelas JK. (SP.news/MK Said)

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X