Ketua DPD Utus Stafsus Selesaikan Konflik Petani dan Perusahaan Perkebunan di Bengkulu Selatan

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Selasa, 25 November 2025 | 17:30 WIB
Ketua DPD-RI, Sultan Baktiar Najamudin mengutus Stafsus ke Bengkulu Selatan untuk menyelesaikan kasus pemembakan petani oleh Saptam sebuah perusahaan perkebunan di Kecamatan Pino, (Foto/Ist)
Ketua DPD-RI, Sultan Baktiar Najamudin mengutus Stafsus ke Bengkulu Selatan untuk menyelesaikan kasus pemembakan petani oleh Saptam sebuah perusahaan perkebunan di Kecamatan Pino, (Foto/Ist)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN-Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Baktiar Najamudin mengecam keras penembakan terhadap lima warga Kecamatan Pino, Kabpaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu oleh oknum satuan pengamaanan (Satpam) dari salah satu perusahaan pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS), dan mengutus Staf khusus (Stafsus) Ketua DPD RI, Brigjen Pol Esmed Eryani turun langsung ke lapangan untuk menuntaskan kasus tersebut.

"Kita prihatin mengapa ini bisa sejauh ini, negara harus hadir untuk ini. Saya langsung perintahkan Safsus saya, Brigjend Pol Esmed Eryadi, kebetulan beliau putra asli Bengkulu Selatan, untuk turun langsung ke lapangan hari ini berkoordinasi dengan pihak pemerintah daerah dan Forkompinda Bengkulu Selatan, agar cepat mengambil tindakan yang diperlukan, " tegas Sultan melalui siaran pers, Selasa (25/11/2025).

Sultan menambahkan, dirinya akan menghubungi Menko Pembangunan dan Kewilayahan, Agus Harimukti Yudhoyono dan Mentri ATR BPN, Yusron Wahid, agar dapat mencari silusi terbaik bagi masyarakat yang berkonflik.

"Ini mungkin gunung es dari gambaran banyak kasus yang mungkin serupa di berbagai daerah. Kita tidak mau lagi konflik ini berdampak terlalu jauh hingga berubah menjadi tindak kekerasan dan perpecahan," ujar Ketua DPD-RI, Sultan Najamudin.

Peristiwa yang ditengarai ekses konflik agraria antara masyarakat setempat dengan PKS ini terjadi setelah puluhan masyarakat Kecamatan Pino, Bengkulu Selatan melakukan aksi protes karena lahan perkebunan yang masih dalam status sengketa digusur oleh PKS tersebut, sebagai akses jalan.

Sultan berharap semua pihak terkait dapat duduk bersama bermusyawarah untuk mencari solusi terbaik. Sultan juga mengecam keras tindakan oknum security pabrik yang merespon aksi protes warga dengan tembakan senjata api. "Saya kira hal ini harus diusut secara serius," tegasnya.

Menurutnya, peristiwa berdarah ini disebabkan oleh konflik agraria yang tidak kunjung diselesaikan secara baik. Ia tidak ingin menyalahkan siapapun, tapi pabrik PKS harus bertanggungjawab atas kerugian yang dialami para korban," tambah Senator asal Bengkulu ini.

"Secara normal tidak ada petani atau masyarakat yang berani berhadapan dengan oknum bersenjata api, kecuali jika hal yang diperjuangkannya adalah lahan hidup mati keluarganya," ungkapnya.

Sultan berharap masyarakat Pino tetap tenang dan menahan diri. Kami akan minta pihak kepolisian untuk menindak tegas oknum pelaku penembakan tersebut," demikian Sultan Najamudin.

 

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB
X