Kutuk Pelecehan Wartawati oleh Ajudan Puan Maharani, PWI Jateng dan Jaringan Jurnalis Perempuan Jateng : Usut Tuntas!

Photo Author
Administrator, Suara Pembaruan
- Senin, 12 Februari 2024 | 03:55 WIB

Semarang, suarapembaruan.news - Wakil Ketua PWI Jateng Bidang Pembelaan wartawan, Zainal Petir mengecam keras pelecehan seksual yang dilakukan seorang oknum ajudan salah satu petinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada wartawati peliput kampanye akbar Paslon Capres-cawapres nomor urut 3 di Semarang.
"Kalau itu benar kejadiannya, aku marah besar ada wartawan dilecehkan. Selaku wakil ketua PWI Jateng bidang pembelaan wartawan mengutuk tindakan pelecehan wartawati itu, " ungkap Zaenal, Minggu (11/2).

Sebagai organisasi wartawan, pihaknya mendesak kepada salah satu petinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu agar mengusut tuntas permasalahan ini.

"Selain PWI memberikan pendampingan korban, kami juga mendesak kepada Mbak Puan dan Tim Kampanye Ganjar Mahfud harus ikut bertanggung jawab," tegasnya.

Terkait insiden ini, Zainal menilai tindakan dari terduga pelaku tersebut sangat biadab, apalagi kejadiannya di depan publik.

Sehingga, kasus ini tidak cukup meminta maaf dan harus diproses di jalur hukum.

"Ini sudah sangat menjijikkan dan memalukan tindakan terduga pelaku. Artinya ini tidak cukup meminta maaf, tetapi harus dilaporkan polisi," tegasnya kembali.

Dia mengungkapkan bahwa tindakan pelecehan yang menimpa wartawati itu sama saja merendahkan dan menjatuhkan martabat dari profesi wartawan.

"Siapapun harus menghormati dan menjaga wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Apalagi wartawan itu dilindungi UU Pers, yaitu UU 40 Tahun 1999 tentang Pers. Ketika wartawan sedang menjalankan tugas jurnalistik maka UU Pers berlaku. Jangan main-main dengan hukum, tolong hormati hukum ya," kata Petir yang juga ketua LBH PETIR ( Penyambung Titipan Rakyat) Jateng.

Oleh karena itu, ungkap Zaenal, pihaknya siap untuk membawa kasus ini ke ranah hukum agar tidak terjadi lagi korban-korban lainya.

"Kamu siap mendampingi korban pelecehan apalagi ini wartawan perempuan. Jangan sampai ada korban- korban lain dan jangan dianggap pelecehan ini hal sepele. Ini sangat prinsip dan harus dijunjung tinggi kehormatan perempuan, " pungkas Zaenal Petir.

Ketua Jaringan Jurnalis Perempuan Jawa Tengah, Rita Hidayati juga merasa marah mendengar adanya wartawati di Kota Semarang mendapatkan tindakan pelecehan seksual oleh oknum ajudan saat meliput kampanye Ganjar-Mahfud di Lapangan Pancasila Simpang Lima.

Bagi dia, aksinya tersebut sudah tidak bisa ditolerir dengan hanya permintaan maaf dari panitia. Apalagi, seorang wartawati tersebut sedang melaksanakan tugas jurnalistik, dan tentunya dilindungi Undang-undang Pers.

Rita menegaskan, sebagai warga negara, perempuan jurnalis juga memiliki hak perlindungan sebagaimana UU TPKS.

"Kami mengecam adanya aksi tersebut dan berharap ada investigasi mendalam karena kasus serupa rentan dialami perempuan jurnalis pada saat melaksanakan tugasnya," tandas Rita.(SPnews/STH)

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X