Tidak Ada Lagi Impor Plasma Darah

Photo Author
Administrator, Suara Pembaruan
- Selasa, 5 Desember 2023 | 10:40 WIB
Groundbreaking Fasilitas Plasma Fraksionasi pertama di Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, Selasa, (05/12/2023)/Istimewa
Groundbreaking Fasilitas Plasma Fraksionasi pertama di Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, Selasa, (05/12/2023)/Istimewa

Cikarang.suarapembaruan.news - Selama 15 tahun Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan hal mubazzir terkait plasma darah. Pasalnya, PMI di seluruh daerah di Indonesia telah bekerja keras mengumpulkan lebih dari lima juta kantong darah setiap tahunnya. Namun, plasma darah terbuang sia-sia.

"Kita setengah mati mengumpulkan lima juta kantong darah setiap tahun dan 20 persen di antaranya adalah plasma yang terbuang sia-sia karena tidak ada fasilitas pengolahan," ujar Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) saat menghadiri Groundbreaking Fasilitas Plasma Fraksionasi pertama di Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat, Selasa, (05/12/2023).

Menurut JK, kehadiran pabrik pengolahan  plasma darah merupakan upaya dan kerja keras dari PMI selama kurang lebih lima belas tahun.

"Jadi ini upaya yang diinisiasi oleh PMI selama 15 tahun. Banyak hal yang telah dilewati termasuk melewati 4 menteri. Tapi akhirnya baru tercapai tahun ini," kata Wakil Presiden RI ke 10 dan 12 tersebut.

Pengekspor Plasma

JK menambahkan, dengan keberadaan pabrik plasma darah di Indonesia maka kebutuhan tentang plasma sudah tidak akan diimpor dari negara lain. Bahkan ke depan, Indonesia justru akan menjadi negara pengekspor plasma.

Selain faktor bisnis, lanjut JK, hal lain yang menjadi prioritas adalah persoalan kemanusiaan. Makanya, PMI meminta kepada Biofarma agar menerapkan harga yang tidak terlalu mahal. "Ini untuk kemanusiaan. Saya minta sama dengan harga di Thailand," katanya lagi.

Lebih jauh JK mengingatkan kerja keras PMI di seluruh Indonesia dalam mengumpulkan para pendonor dalam setiap tahunnya. Bagi JK, persoalan tersebut adalah hal yang sulit dibanding pembuatan pabrik.

Saat ini PMI memiliki 225 UDD di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, baru 18 UDD yang mendapat sertifikasi. PMI menargetkan, sebanyak 50 UDD harus bisa tersertifikasi untuk dapat menghasilkan 400 ribu liter plasma per tahun. (SP.news/M Kiblat Said)

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB
X