Suarapembaruan.news, JAKARTA - Calon presiden, Ganjar Pranowo kemukaan tentang strategi yang akan ia tempuh untuk membuat Indonesia maju jika terpilih sebagai presiden pada 2024 mendatang.
Garis besarnya, strategi yang akan ia gunakan adalah dengan memperkuat sektor kesehatan dan pendidikan.
"Mata uangnya itu pendidikan dan kesehatan," kata Ganjar.
Ia mengatakan, sebetulnya dua sektor ini pernah dianggap sepele oleh pihak Istana, khususnya soal pendidikan. Kala itu, ia mengaku pernah ditanya oleh para pimpinan di Istana tentang hasil kinerja apa yang telah ia lakukan di Jawa Tengah untuk dicek oleh Presiden Joko Widodo.
Ganjar mengaku, menyodorkan program andalannya terkait sektor pendidikan, di antaranya adalah SMK Negeri Jawa Tengah serta program rumah masyarakat.
Tujuannya untuk menunjukkan bagaimana program pendidikan itu bisa membuat perekonomian masyarakat Jawa Tengah membaik.
"Nah ini saya sampaikan untuk bisa dilihat, dan alhamdulillah tidak tertarik. Akhirnya bukan jadi kunjungan pertama (Presiden Joko Widodo," tutur Ganjar.
Saat itu presiden kata Ganjar lebih memilih melihat infrastruktur jalan di Jawa Tengah ketimbang dua program andalannya itu. Namun, setelah melihat jalan-jalan di Jawa Tengah mayoritas sudah dalam status jalan mantap, maka Presiden akhirnya mau melihat programnya itu pada kunjungan kedua.
Dari hasil kunjungan itu, ia mengklaim program SMK Negeri Jawa Tengah turut diapresiasi Jokowi. Sebab, mampu menciptakan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga ilmu yang diperoleh anak didiknya bisa mengikuti perkembangan zaman diiringi dengan pendapatan guru-guru yang sesuai kebutuhannya.
"Perubahan dunia yang cepat ini rasanya kalau kalau tidak kita genjot melalui pendidikan kita enggak akan mendapatkan dividen apapun dari bonus demografi. Ya, berangkat dari pengalaman Jepang, Korea, Tiongkok," tutur Ganjar.
Selain dua sisi itu, Ganjar turut fokus pula memperkuat kebijakan hilirisasi yang terus disuarakan pemerintahan Presiden Jokowi. Ia memastikan, tidak akan fokus pada hilirisasi di sektor pertambangan jika menjabat sebagai presiden kelak, melainkan juga menyasar sektor lain, seperti perkebunan hingga kelautan.
Ganjar memastikan, hilirisasi ini akan dilaksanakan sambil membereskan atau menuntaskan program hilirisasi yang telah dikerjakan Jokowi. Ia mencontohkan ini seperti program hilirisasi nikel yang saat ini belum mencapai pada tahap produksi baterai hingga mobil listriknya sendiri.
"Karena 2/3 (wilayah Indonesia) laut. Contoh rumput laut itu kita punya mungkin belasan juta dengan kedalaman maksimum 15 meter di pantai-pantai Indonesia. Kalau ini kita mau jadikan pusat pertumbuhan ekonomi kelautan dan pesisir ini gede banget, treatment nya aja yang belum," tegas Ganjar.
"Sawit aja selama ini baru CPO, kita belum bicara kosmetik, obat-obatan yang ada di sana, tapi itu butuh riset. 1% dari PDB saja, bisa dipakai untuk riset terbayangkan enggak dengan kekuatan yang ada, itu komitmen," tutur Ganjar.
▪︎SPNews/ Timi