Gresik, suarapembaruan.news - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan, Food Estate Berbasis Mangga dan Taksi Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian) di Desa Sukodono, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Tinur, yang ditanam sekarang bisa berbuah kira-kira 3 tahun. Sebagian diekspor sebagian untuk keperluan domestik.
Hal ini karena permintaan mangga untuk ekspor, masih kurang baik ke Timur Tengah, China, Jepang, Eropa banyak permintaan. Sehingga ke depan tidak hanya di Gresik tapi juga kabupaten lain yang kira-kita memiliki lahan marginal yang cocok untuk mangga.
Presiden menyampaikan hal itu saat meresmikan Food Estate Berbasis Mangga dan Taksi Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian) di Desa Sukodono, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik., Senin (22/8/2023).
Menurut Kepala Negara, Food estate yang diantaranya ada yang milik rakyat maupun milik swasta, dapat terintegrasi dengan embung yang dibangun di area ini. Sehingga baik masyarakat maupun swasta sama-sama bisa bergerak.
Dalam kesempatan ini, Presiden, menyerahkan bantuan Taksi Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian) merah putih seperti Combine Harvester, Traktor Roda 4, Traktor Roda 2, Cultivator dan Pompa Air. Taksi Alsintan Merah Putih ini sendiri memiliki unsur Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Rencananya di lokasi ini juga akan dikembangkan Smart Green House (SGH) Hortikultura yang mengembangkan berbagai jenis tanaman seperti melon, tomat cherry dan cabai.
Teknologi Modern
Dalam kesempatan sama, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa optimis, Food Estate ini akan mengungkit kesejahteraan warga Gresik dan Jatim karena pengembangan budidaya mangga di sana telah menggunakan penerapan teknologi pertanian modern dan keterpaduan hulu-hilir berbasis korporasi petani.
Pengembangan sektor pertanian harus dilakukan dari hulu ke hilir. Dan apa yang ada di Food Estate Mangga ini melibatkan banyak stakeholder, hulu hingga hilir. Mulai dari sarana prasarana, alsintan, petani/gapoktan, offtaker sampai dengan industri modern.
Food Estate merupakan program nasional yang bertujuan untuk membangun kawasan sentra produksi pangan. Sedangkan Food Estate Mangga yang ada di Gresik ini merupakan kawasan mangga terintegrasi berskala luas yang pertama dikembangkan di Indonesia.
Mencakup 4 kecamatan, Food Estate Mangga di Kabupaten Gresik tersebar di Kec. Dukun seluas 1.205 Hektar, di Kec. Sidayu seluas 1.506 Hektar, di Kec. Panceng seluas 2.410 Hektar, dan di Kec. Ujungpangkah seluas 903 Hektar.
Sampai dengan Tahun 2024, total pengembangan Food Estate Mangga di Kabupaten Gresik ditargetkan mencapai 6.024 hektar dengan melibatkan 12.048 petani. (SPnews/Teguh LR)