Indonesia Kehilangan Srikandi Olahraga Terbaiknya, Dr Leane Suniar Manurung

Photo Author
Administrator, Suara Pembaruan
- Senin, 22 November 2021 | 08:41 WIB

Jakarta, suarapembaruan.news - Dunia olahraga Indonesia kehilangan lagi seorang srikandi terbaiknya. Dr Leane Suniar Manurung MSc, SPGK (73 tahun) ahli gizi olahraga yang juga mantan srikandi panahan Indonesia di Olimpiade Montreal 1976, meninggal dunia Minggu (21/11/2021) setelah dua tahun berjuang melawan kanker yang dideritanya.

Kabar duka ini diperoleh dari anaknya disampaikan kepada mantan Ketua Perwosi Pusat, Devi Luhut Panjaitan. Pesan serupa juga disampaikan kepada Ibu Tirto Karnavian, Ketua Perwosi Pusat.
“Selamat malam tante, maaf mengganggu malam-malam. Mama (Dr Leane) sudah berpulang tadi kurang lebih pk.22.00 wib.

Rencananya disemayamkan di rumah duka Sentosa RSPAD Gatot Subroto Hari Senin – Selasa. Saya dan keluarga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan dari tante dan om ,” itulah WA singkat putrinya untuk Devi Luhut Panjaitan, dan Ibu Tito Karnavian, Ketua Perwosi Pusat.

Tentu saja kepergiannya membawa duka panjang bagi dunia olahraga Indonesia. Dalam dua hari, Sabtu dan Minggu, Indonesia harus kehilanghan dua Srikandi terbaiknya. Keduanya, adalah Dr Leane dan Verawati. Mereka pernah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dan Olimpiade lewat bulutangkis dan panahan.

Verawati Fajrin, legenda bulutangkis Indonesia duluan menghadap Sang Khalik pada Sabtu (19/11/2021. Keesokan harinya, Minggu (20/11/2021) giliran Dr Leane Suniar Srikandi Panahan Indonesia pada Olimpiade Montreal 1976 menyusul menghadap Sang Khalik.
Dr Leane menderita kanker sejak tahun 2019. Selama dua tahun (2019 – 2021) ia bolak-balik rumah sakit berjuang melawan penyakit yang belum ada obatnya ini.
“Saya sakit, tapi ini saya paksakan saja. Belum sehat, saya selalu berusaha semangat”, demikian tutur Dr Leane Suniar Manurung, kepada Suarapembaruan.news lewat WhatsApp 5 Maret 2020 lalu.

Satu setengah tahun kemudian, menghembuskan napas terakhir pada Minggu (21/11/2021).

Dr Leane Suniar Manurung adalah figur srikandi olahraga yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk kemajuan dunia olahraga Indonesia. Prestasinya di panahan cukup mengagumkan di era 1970-an. Ia menjadi atlet panahan selama 12 tahun (1971-1983).
Ia memecahkan 12 rekor panahan nasional atas namanya di tahun 1976. Di tahun yang sama pada Olimpiade Montreal ia meraih prestasi terbaiknya yakni berada pada peringkat sembilan Olimpiade Montreal tahun 1976.

Meski belum mendapatkan medali, namun Skor yang diciptakan Leane Suniar di Olimpide Montreal berhasil menyamai rekor dunia. Prestasi yang diciptakan di era itu sangat menggemparkan dunia olahraga Indonesia.
Prestasi yang diciptakan itu menjadi pembuka jalan bagi prestasi panahan Indonesia di tingkat dunia. Dua belas tahun kemudian cabang panahan berhasil meraih medali perak pertama bagi Indonesia di Olimpiade Seoul 1988 oleh trio srikandi Indonesia, Nurfitriyana Saiman, Lilies Handayani, dan Kusuma Wardhani.
Dan sejak itulah (1976) mantan Direktur Gizi RS UKI dan dosen ilmu gizi Univeristas Kristen Indonesia ini sadar bahwa ia ditakdirkan hidup dalam dunia olahraga dan harus membaktikan hidupnya untuk kemajuan prestasi olahraga Indonesia.

Banyak para sahabat dan yuniornya di panahan menyampaikan ucapan duka untuknya. Di antaranya, yunior sekaligus juga muridnya, Nurfitriyana Saiman.
“Saya tidak akan pernah lupa. Pertama saya dapat busur recuve dari kak Lena, pas pada waktu saya berusia 17 tahun. Waktu itu tangan saya (jari) pernah berdarah waktu latihan karena kejepit tali busur. Dan, kata kak Leane, Itu tanda akan menjadi Juara... aduh apa iya, tapi ternyata benar,” jelas Nurfitriyana tentang pengalamannya bersama Leane.
Dia mengatakan salut sama Dr Leane. Salut karena kak Lena itu tidak pernah putus semangatnya. Kalau dia datang selalu membawa snack untuk atlet-atlet panahan di pelatnas. Luar biasa.
Selama jalan Dr Leane. Dunia olahraga Indonesia tetap mengenangmu.  (SPnews/Mike Wangge)

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X