Jatim Juara Umum, Penyelenggaraan Pertandingan Gulat PON Papua Sukses

Photo Author
Administrator, Suara Pembaruan
- Kamis, 14 Oktober 2021 | 16:56 WIB
 

Sekjen Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia, Steven Setiabudi Musa

Jakarta, suarapembaruan.news -  Jatim berhasil meraih  juara umum gulat PON XX Papua yang berakhir Kamis (14/10/2021) di Merauke. Sementara itu dari sisi penyelenggaraannya , kompetisi gulat di PON XX Papua sangat sukses.

Hal ini disampaikan oleh Sekjen Pengurus Pusat  Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP. PGSI) Steven Setiabudi Musa Kamis kemarin.  Ia menjelaskan, secara  keseluruhan pertandingan gulat PON XX Papua berjalan cukup baik.

Hanya saja,  ungkap Steven, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan, ada sedikit insiden kecil mewarnai pertandingan gulat PON XX Papua. Namun eksiden itu tidaklah berarti. Ia mengatakan, kericuhan di arena  gulat atau beladiri umumnya lumrah terjadi. Itu biasa. Pada PON XIX/2016 lalu juga terjadi eksiden yang sama.

Ia mengatakan, suksesnya penyelenggara pertandingan gulat  tidak terlepas dari peran serta perangkat pertandingan yang ada, atlet dan semua ofisial. Luar biasa sebutnya.

"Saya mengapresiasi panitia, perangkat pertandingan, atlet dan ofisial yang mampu menjalankan jalannya pertandingan dengam baik," ujar Ketua Pengprov PGSI DKI Jakarta periode 2016 – 2020 yang turut menyaksikan jalannya pertandingan gulat PON XX Papua di Merauke.

Jatim Juara Umum

Kontingen Jawa Timur  keluar sebagai juara umum dengan memboyong 7 medali ema,  7 perak, dan 2 medali perunggu.  Kalimatan Timur berada di urutan kedua dengan  4 medali emas, 2 medali perak, dan 6 medali perunggu.

Berada di tempat ketiga, Jabar dengan,  2 emas, 2 perak, dan 2  perunggu, tempat keempat  Kalsel dengan 2-0-2,  Papua dengan 1-1-2, Banten dengan 1-0-0, dan DKI dengan 1-0-0.  Sumbar 0-4-1,  Jambi 0-1-0, Jateng 0-1-0, Bengkulu 0-0-1.

Empat provinsi lainnya belum mendapatkan medali. Keempatnya adalah  Lampung, Babel, Sumsel, dan Sumut. Patut disayangkan Sumut yang biasa selalu membawa pulang medali PON XX Papua kali ini harus pulang dengan kosong medali.

Suara teriakan hidup Jatim menggemah di arena pertandinga final gulat kelas 87 kg gaya grego ketika pegulat Jatim, Lulut Gilang mempersembahkan medali emas ketujuh bagi Jatim setelah mengalahkan lawannya tuan rumah Papua, Sumurung Siregar dengan skor 4-3.

Pelatih gulat Jatim yang juga Ketua Pengprov PGSI Jatim, Fatur Rachman mengatakan anak asuhnya sebenarnya berpeluang meraih dua medali emas pada hari terakhir. Namun Agus Fajar, pegulat  yang menjadi tumpuan di gaya greco kelas 97 kilogram  kalah lawan pegulat Kaltim Ashar Ramadhani.

Ashar melakukan bantingan keras diikuti dengan gulungan yang berbuah sembilan angka untuk kemenangan mutlak atas lawannya dari Jatim.

"Untuk PON kali ini kami melebihi target emas," kata Fatur ditemui di Merauke.

"Kami meloloskan dua pegulat ke final, tapi kalau dilihat kualitas pemain tadi agak jauh, tambah satu (emas) hari ini sudah cukup bagus.

"Kalau kami lihat hasil yang diperoleh hari ini sepertinya sudah sesuai dengan hasil latihan kami."

Enam medali emas sebelumnya bagi Jatim dipersembahkan Shintia Eka Arfenda (gaya bebas 50 kg putri), Candra Marimar (gaya bebas 53 kg putri), Varadisa Septi (gaya bebas 76 kg putri), Rachmat Hadi Wijaya (gaya bebas 74 kg), Hasan Sidik (gaya greco-roman kelas 60 kg), dan Dimas Septo Anugraha (gaya bebas 125 kg).

Dengan torehan tujuh medali emas, tujuh perak dan dua perunggu, tim gulat Jatim sekaligus meraih capaian terbaik mereka di pesta olahraga nasional empat tahunan.

Fatur mengatakan salah satu faktor keberhasilan tim gulat Jatim di PON Papua ini adalah kedisiplinan anak-anak asuhannya.

"Disiplin latihan. Anak-anak enggak pernah telat. Telat satu menit itu enggak boleh," kata Fatur.

Tim gulat Jatim berangkat ke Merauke, Papua, dengan bekal status juara umum pra-PON dan membawa kekuatan 17 atlet, paling banyak di antara kontingen lainnya. (Mike Wangge)

 

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X