Andika Yakin Masih Ada Pegulat DKI Lain  Berprestasi Seperti Dirinya

Photo Author
Administrator, Suara Pembaruan
- Kamis, 14 Oktober 2021 | 09:25 WIB
Andika Sulaeman tampil luar biasa di babak final Pekan Olahraga Nasional XX Papua, Rabu (13/10/2021) di Merauke.
Andika Sulaeman tampil luar biasa di babak final Pekan Olahraga Nasional XX Papua, Rabu (13/10/2021) di Merauke.

Jakarta, suarapembaruan. news -  Siapapun mengakui, Andika Sulaeman tampil luar biasa di babak final Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua  Rabu (13/10/2021) kemarin di Merauke.

Pada babak final yang merupakan puncak pencapaian prestasi, Andika begitu mudah mengalahkan lawa-lawannya. Ia mengalahkan semua lawannya rata-rata dalam waktu satu menit.

Pertama ia mengalahkan  Paulus Sarwa Papua, di babak kekdua kembali menumbangkan Prija Iska Ahmad  (Banten), di babak ketiga ia mengalahkan Kusno Hadi (Kaltim), dan di babak final ia berhasil mengalahkan Supriyono (Jatim) untuk mempersembahkan medali emas yang menjadi impiannya ini.

Pada  PON XX Papua kali ini Andika membuktikan bahwa cita-cita meraih medali emas yang sudah ia canangkan sejak tahun 2017 lalu bisa dia raih dengan muda lewat latihan yang tidak kenal lelah meskipun di era pandemi covid-19.

Siapapun komunitas gulat Indonesia pasti mengakui kehebatan pegulat terbaik dari DKI Jakarta di kelas 77 kg gaya grego ini. Sewaktu tim pelatda DKI  berujicoba ke Malang pada tahun 2019, pelatih terbaik nasional di Jatim, Fathur Rachman berkali-kali menyebut nama Andika sebagai pegulat terbaik yang sulit ditandingi untuk kelas 77 kg sekarang ini.

Padahal, Jatim adalah gudangnya pegulat terbaik dan di tangan  Fathur Rachman ini semua pegulat Jatim dipoles menjadi yang terbaik untuk dapat mengalahkan siapapun lawannya di tingkat nasional. Hasilnya, di PON XX Papua, Jatim tampil amat prima dengan prestasi yang hebat.

Meski Jatim menyimpan pegulat-pegulat hebat di kelasnya Andika, ternyata pada titik itu, Andika masih mampu menumbangkan pegulat Jatim, Kaltim, Banten. Bahkan mengalahkan mereka semua dengan mudah. Luar biasa Andika. Tidak hanya pelatih Fathur Rachman saja mengakui Andika hebat.

Hampir semua orang gulat di Indonesia menyebut demikian untuk Andika. Romulus, pelatih yang pernah menangani Andika dari segi fisik, pernah mengatakan, kalau saja semua pegulat berlatih fisiknya sama seperti Andika, semua pasti menjadi juara seperti Andika. Sayang pegulat lain tidak mampu menggenjot fisiknya seperti Andika yang mati-matian berlatih fisik sedemikian rupa.

Andika itu, kata Romulus, naik di tali saja, tak satupun pegulat DKI bisa menyamai kekuatan fisiknya. Sepertis ‘monyet’ cepatnya. Semangat untuk berlatih membentuk fisiknya agar prima, juga tak satupun pegulat bisa menyamainya, dan Itu modal utama Andika, yaitu mau bersusah-susah dalam latihan fisik yang spartan dan keras.

Tidak heran bila Andika Sulaeman kemudian menjadi juara. Dia pantas mendapatkan ‘upah besar’ dari hasil kerja kerasnya dalam latihan dan menjadi juara. Dokter Harun mengatakan, fisik yang prima menjadi sangat menentukan seseorang menjadi juara, kalau hanya teknik saja tidak akan jalan kalau tidak ditunjang oleh fisik yang prima.

Akan Lahir Andika Lain?

Akankah pegulat DKI  yang  lain bisa menyamai prestasi seperti Andika? Andika  yang ditanya tentang hal itu mengatakan semua pegulat bisa berprestasi seperti dia asalkan mereka berlatih dengan giat seperti yang dia lakukan.  Itu artinya suatu saat kelak  bisa lahir Andika-Andika yang lain dari Andika yang ada sekarang ini.

“Harapan saya untuk kedepan,  setalah saya mendapatkan medali emas  PON XX Papua, saya berusaha menjaga kondisi saya dan insyallah tetap mempertahankan juara saya di kejuaran kejuaraan berikut nya baik di PON maupun di Kejurnas,” ketika ditanya apa yang harus dilakukan setelah meraih medali emas PON XX Papua.

Andika mengimbau kepada pegulat yang belum  berhasil dalam prestasi  supaya tetap tekun berlatih. Hanya dengan berlatih kita bisa meraih prestasi, karena itu Andika yakin masih ada peglat DKI lain yang bisa menyamai prestasinya di masa-masa yang akan datang.

Jangan lupa, katanya, sebab, doa termasuk kekuatan yang mendorong setiap orang bisa meraih apa yang diinginkan sebut pepgulat yang setiap kali turun bertanding didahulu  melakukan sujud syukur  di atas matras gulat. (Mike Wangge)

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X