Ajeng Kandas, DKI Jakarta Masih Punya Empat Pegulat Terbaik

Photo Author
Administrator, Suara Pembaruan
- Jumat, 8 Oktober 2021 | 16:09 WIB
Tim Gulat DKI Jakarta di PON XX Papua tetap optimis raih medali. (DOK)
Tim Gulat DKI Jakarta di PON XX Papua tetap optimis raih medali. (DOK)

Jakarta, Suarapembaruan.news -  Pegulat putri DKI Jakarta, Selfi Ajeng Safitri (50 kg) belum berhasil mewujudkan impiannya meraih medali dalam pertandingannya  di PON XX Papua di Merauke Jumat (8/10/2021) siang kemarin.

Ajeng Safiri harus puas menerima kekalahannya dari pegulat senior Kalimantan Timur,  Anissa Safitri dengan skor yang  cukup meyakinkan.

Safitri sendiri atas kemenangan melawan Ajeng, kemudian  akumulasi dua kemenangan lainnya mengantar pegulat bertubuh atletis ini  meraih medali perak. Ia hanya kalah dalam final perebutan medali emas melawan pegulat kawakan dari Jawa Timur,  Sintia Eka Arfenda.

Dari urutan prestasi di kelas itu, Ajeng berada di urutan keenam dari enam pegulat yang tampil di kelas 50 kg free style. Bagi  komunitas gulat DKI Jakarta kekalahan satu pegulatini  tidak selalu berarti awan hitam sedang menyelimuti dunia pergulatan DKI.

Gulat DKI  tetap optimis karena masih ada empat  pegulat andalannya  yang belum diturunkan. Keempaptnya menjadi  andalan utama DKI Jakarta. Pegulat berikut yang akan turun adalah Rudihariyanto. Dia akan turun di kelas  125 kg kategori  grego roma pada hari Selasa 12 Oktober 2021.

Diharapkan  Rudihariyanto  bisa tampil maksimal dan mampu menjadi obat pelipur bagi DKI untuk meraih medali  Rudihariyanto sendiri sudah menyatakan tekadnya untuk bisa meraiih medali dalam penampilannya di PON XX Papua. Dan dari hasil pertandingannya di kejuaraan Pra PON yang lalu tampaknya pegulat yang menjadi lawan-lawnanya masih yang itu-itu saja. Diperkirakan Rudiharyanto mampu meraih impinannya dalam PON XX Papua kali ini. Semoga.

Dari dua kelas yang dipertandingkan pada hari pertama kompetisi gulat PON XX Papua,  Jatim sangat perkasa dengan meraih dua medali emas. Untuk kelas 50 kg free style putri, juara pertama  diraih oleh  Shintia Eka Arfenda (Jatim), juara kedua diraih oleh Anbissa Safitria (Kaltim), dan juara ketika  diraih oleh Elvi Siska Suryani (Sumbar), dan Dewi Sartika Nasution (Papua).

Di kelas 53 kg putri juara pertama diraih oleh Chandra Marimar (Jatim), juara kedua diraih oleh Eka Setiawati (Jabar), dan juara ketiga diraih oleh  Dewi Ulfa (Kaltim), dan Heka Mayasari (Sumut).  (MW)

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X