SUARAPEMBARUAN.COM, JAKARTA – Kontingen Jawa Barat berhasil menggeser dominasi DKI Jakarta di hari kelima penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang dibuka pada 2 Oktober 2021 lalu.
Berdasarkan data yang diperoleh dari sumber resmi Panitia Besar PON Papua sampai pukul 22.00 WIT atau pukul 20.00 WIB, Jabar sudah mengumpulkan 50 emas, 44 perak dan 55 perunggu. Sementara DKI Jakarta tergeser ke urutan kedua dengan meraih 47 medali emas, 40 medali perak, dan 47 medali perunggu.
Perbedaan tiga medali emas itu membuat kontingen Jawa Barat memimpin klasemen sementara perolehan medali pada PON XX Papua 2021 ini. Hari-hari akan mendatang menjadi hari-hari terberat bagi kontingen DKI Jakarta dalam perjuangan meraih kembali posisi klamsemen yang sudah tergeser ini. Mampukah DKI Jakarta menggeser kembali Jawa Barat dalam beberapa hari hari mendatang ini?
Berdasarkan data yang diperoleh dari kontigen DKI Jakarta, masih ada kemungkinan DKI bisa menggeser kembali Jawa barat. Namun perlu dukungan dan perjuangan keras dari sejumlah cabang olahraga yang masih akan mempertandingan nomor-nomor finalnya.
Sementara tuan rumah Papua yang terus membayangi DKI di posisi kedua di hari-hari awal, di hari kelima harus puas berada di urutan ketiga klasemen sementara. Kontingen Papua meraih 45 medali emas, 22 medali perak, dan 40 medali perunggu.
Sampai dengan hari kelima masih tesisah 65 persen perebutan medali emas. Karena itu masih ada kesempatan bagi DKI untuk meraih kembali posisi teratas dalam klasemen perolehan medali.
Pada hari kelima ini terdapat empat kontingen yang bersaing keras dalam perolehan medali. Keempatnya adalah Jawa Barat, DKI Jakarta, tuan rumah Papua, dan Jawa Timur.
Sementara kontingen lainnya (30 kontingen) perolehan medalinya jauh di bawah keempat kontingen di atas. Terdekat adalah kontingen Jawa Tengah berada di urutan kelima. Namun perolehan medalinya, terpaut jauh. Jateng baru memperoleh 14 medali emas, 24 medali perak, dan 28 medali perunggu. Dari perolehan medalinya yang masih hitungan belasan ini, diperkirakan Jateng sulit mengejar empat kontingen teratas yang sudah mencapai hasil dengan 40-an medali emas.
Kontingen empat besar teratas (Jawa Timur) pada hari-hari ke depan tetap akan menjadi ‘kuda hitam’ di PON Papua. Masih banyak jawara-jawaranya yang belum turun di berbagai cabang olahraga.
Harus diakui, Jawa Timur memang menjadi kontingen terberat bagi siapun yang ingin menjadi juara umum di PON dalam dedake penyelenggaraan PON tahun-tahun belakangan ini. Jatim menjadi kontingen ‘kuda hitam’ bagi kontingen manapun yang ingin meraih juara umum.
Semoga persaingan perolehan medali di hari-hari mendatang berlangsung dalam pertarungan yang sehat, penuh sportifitas, dan persahabatan dari semua kontingen PON XX Papua. (Mike Wangge)