Jayapura, SUARAPEMBARUAN – Dalam rangka mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dan fenomena La Nina yang diprediksi berlangsung hingga Februari 2026, Polda Papua menggelar Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana pada Rabu (05/11/2025) di Lapangan Venue Dayung, Kampung Enggros, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.
Apel dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige Rudolf Renwarin, S.H., M.Si. Turut hadir Wakapolda Papua Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramdhani, Wadan Kodamar X Laksma TNI Dadang Somantri, CRMP, para Pejabat Utama Polda Papua, perwakilan Lanud Silas Papare, serta instansi terkait antara lain BPBD Provinsi Papua, Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Senkom Mitra Polri, Basarnas Jayapura, PMI Papua, dan relawan tagana. Hadir pula Ketua MRP Papua Barat Daya Nerlince Wamuar, Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Orgenes Kambuaya, serta Ketua Pengadilan Tinggi Papua Dr. Djaniko M.H. Girsang, S.H., M.Hum.
Dalam amanat tertulis Kapolri yang dibacakan Kapolda Papua, disampaikan bahwa apel ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah untuk mitigasi dan penanggulangan bencana hidrometeorologi di wilayah rawan seperti Papua.
“Kesiapsiagaan bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret memastikan seluruh elemen siap bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi. Papua dengan topografi pegunungan, hutan lebat, dan pesisir rawan gelombang tinggi menuntut sinergi total antarinstansi,” ungkap Kapolda.
Lebih lanjut, Kapolda menyampaikan delapan arahan strategis sebagai pedoman operasional.
Laksanakan deteksi dini dan pemutakhiran peta rawan bencana secara berkala, Sebarkan informasi kamtibmas dan peringatan dini kepada masyarakat melalui Babinkamtibmas dan media lokal.
Pastikan ketersediaan dan fungsionalitas sarpras pendukung evakuasi serta logistik darurat, Tingkatkan frekuensi simulasi tanggap darurat di wilayah prioritas, Utamakan kecepatan, ketepatan, dan keselamatan dalam setiap aksi penanganan, Jalankan tugas kemanusiaan dengan pendekatan empati, humanis, dan profesional, Tegakkan SOP penanggulangan bencana tanpa terkecuali, Perkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Keberadaan negara harus dirasakan masyarakat, terutama saat bencana melanda. Ini bukan hanya tugas, melainkan amanah moral dan bukti pengabdian kepada bangsa,” tegas Irjen Pol. Patrige.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi simulasi terpadu yang melibatkan Satgas Gabungan TNI-Polri, BPBD, Basarnas, Dinas Kesehatan, dan relawan.
Simulasi mencakup, Evakuasi korban banjir dan longsor menggunakan perahu karet serta helikopter, Pendirian posko darurat dan dapur umum lapangan, Penanganan medis korban hipotermia dan luka traumatik, Distribusi logistik bantuan kepada pengungsi.
Kegiatan ini menjadi bukti kesiapan Polda Papua dalam menghadapi ancaman bencana sekaligus memperkuat soliditas lintas sektor demi keselamatan masyarakat Papua. Polda Papua mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mematuhi peringatan dini BMKG, serta melaporkan potensi bencana ke posko terdekat atau Call Center Polri 110.*