KPK Gerebek Pejabat Pemprov Riau, 10 Orang Diamankan dalam OTT Dugaan Korupsi di Dinas PUPR

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 4 November 2025 | 06:55 WIB
Jubir KPK, Budi Prasetyo benarkan adanya Operasi Tangkap Tangan di wilayah Pemerintah Provinsi Riau. (YouTube/KPK RI)
Jubir KPK, Budi Prasetyo benarkan adanya Operasi Tangkap Tangan di wilayah Pemerintah Provinsi Riau. (YouTube/KPK RI)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau pada Senin, 3 November 2025. Aksi ini menjadi OTT keenam yang dilakukan lembaga antirasuah sepanjang tahun 2025, menegaskan konsistensi KPK dalam mengawasi praktik korupsi dan penyalahgunaan anggaran publik di daerah.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya kegiatan tangkap tangan tersebut. Ia menyebut total ada sekitar 10 orang yang diamankan, termasuk sejumlah pejabat penyelenggara negara.


“Benar, ada kegiatan tangkap tangan oleh tim KPK di wilayah Provinsi Riau. Saat ini sekitar 10 orang telah diamankan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (3/11).

Menurut Budi, tim penyidik KPK masih berada di lapangan untuk melakukan pemeriksaan intensif dan mengumpulkan bukti-bukti pendukung. Identitas para pihak yang diamankan serta konstruksi perkara akan diumumkan setelah pemeriksaan awal rampung.


“Tim masih terus bekerja di lapangan. Perkembangannya akan kami sampaikan secara berkala. Dari 10 orang tersebut, beberapa di antaranya merupakan penyelenggara negara,” jelasnya.

Meski belum membeberkan detail kasus, Budi mengonfirmasi bahwa OTT tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau.


“Untuk jenis perkara dan konstruksi detailnya akan dijelaskan lebih lanjut setelah proses pemeriksaan awal selesai, karena tim masih terus bergerak di lapangan,” imbuhnya.

Operasi ini menambah daftar panjang pejabat daerah yang terjerat OTT oleh KPK sepanjang tahun ini. Sebelumnya, KPK juga menangkap mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel, terkait dugaan gratifikasi di kementeriannya.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X