Salah satu panitia, Diefa Nasywa Aedelia, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi juga sebuah ajakan untuk bergerak bersama. “Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat terkait sampah. Jika setiap keluarga mulai melakukan aksi kecil, maka Desa Taji bisa menjadi contoh nyata desa yang peduli lingkungan,” jelas Diefa.
Baca Juga: Kemkomdigi: Blokir IMEI Bukan Untuk Balik Nama, Tapi Perlindungan Jika Ponsel Hilang
Foto bersama pembicara, dosen pembimbing, dan panitia
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Tim PMM UNS berharap Desa Taji dapat menjadi salah satu desa percontohan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kabupaten Klaten. Program ini juga menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa UNS dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 11 tentang permukiman yang berkelanjutan dan SDG 12 tentang konsumsi serta produksi yang bertanggung jawab.
Abib Tri Purnomo (082133644832)
Artikel Terkait
Sidang Praperadilan Nadiem Makarim Memanas: Jaksa Klaim Proses Sah, Kuasa Hukum Sebut Cacat Formil
Bayang Gencatan Senjata di Kairo: Diplomasi Gaza di Persimpangan Trump, Israel, dan Hamas
Pedangdut Cantika Davinca Klarifikasi dan Janji Tanggung Jawab atas Kecelakaan Maut
OJK Resmi Ambil Alih Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek dari Bappebti
Istri Nadiem Makarim Tegar Dampingi Sang Suami di Sidang Praperadilan Kasus Chromebook
Kejagung Cabut Paspor Riza Chalid, Buronan Kasus Korupsi Minyak Kini Berstatus Tanpa Kewarganegaraan
Jateng Perkuat Sinergi Program Menu Bergizi Gratis, Ahmad Luthfi Tegaskan Keamanan Pangan Harga Mati
Prabowo Ungkap Temuan 40.000 Ton Tanah Jarang di Smelter Ilegal Bangka Belitung, Nilainya Capai Rp128 Triliun
Prabowo Tegaskan Komitmen Hukum: Enam Smelter Ilegal di Bangka Belitung Disita, Kerugian Negara Capai Rp300 Triliun
Masyarakat Diminta Waspada Hoax, Pertamina Pastikan Kebenaran Informasi