SUARA PEMBARUAN, Klaten - Tim PMM UNS berfoto bersama pembicara dan warga Desa Taji seusai Sosialisasi 3R
Sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan lingkungan, Tim Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) pada Sabtu, 23 Agustus 2025 di Aula Balai Desa Taji, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga agar lebih berkelanjutan.
Tim pelaksana PMM UNS diketuai oleh Abib Tri Purnomo bersama Aling Sangwidi, dengan anggota yang telibat, yaitu Diefa Nasywa Aedelia, Elsa Rahmawati, Azizah Nadia Rahmawati, Febriyanti Zulfa Maghfira, Justine Diaz Damara, Garuda Ardhana, Cahya Anugrah Setya Irawan, Adit Tria Baharudin, Muhammad Ardenta Putra Sani, Ahmad Santoso, Fahryzal Bintang Nugraha, Wahyu Adinugroho, Dony Setiawan Nur Salim, Dewi Sulistianingrum, Arya Saputra, Dimas Danu Utama, Hanifa Elma Nabila, Nasywa Ardelia Zerlina. Kegiatan ini juga mendapat arahan langsung dari dosen pembimbing lapangan, yaitu Bapak Dr. Danar Susilo Wijayanto, S.T., M.Eng., Ibu Prof. Dr. Indah Widiastuti, S.T., M.Eng., dan Ibu Ir. Aktavia Herawati, S.P., M.Sc.
Baca Juga: Indra Cahyadinata Resmi Gantikan Retno Agustina Ekaputri sebagai Rektor Universitas Bengkulu
Acara dibuka dengan sambutan dari Abib Tri Purnomo selaku ketua pelaksana, Bapak Dr. Danar Susilo Wijayanto, S.T., M.T. selaku dosen pembimbing lapangan, serta Bapak Agus Prasetyo, A.Md. selaku Kepala Desa Taji.
Sebelum pemaparan materi utama, pihak takmir Masjid Desa Taji memperkenalkan program “Sedekah Sampah”. Program ini mendorong warga untuk menyumbangkan sampah yang masih bernilai guna sebagai bentuk sedekah. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat desa.
Sesi inti diisi oleh Ibu Britania Sari, seorang pegiat lingkungan yang aktif dalam advokasi gaya hidup minim sampah. Dalam paparannya, beliau menyampaikan bahwa sampah plastik membutuhkan waktu hingga 500 tahun untuk terurai. Selain itu, TPA Troketon di Klaten diperkirakan hanya mampu menampung sampah hingga tahun 2027. Kondisi tersebut menunjukkan urgensi penerapan prinsip reduce, reuse, recycle sejak dari rumah. Ibu Britania juga memperkenalkan konsep “Rumah Minim Sampah”, yaitu langkah sederhana seperti memilah sampah, mengompos sisa makanan, memanfaatkan kembali barang layak pakai, hingga teknik regrow sayuran dapur. Menurutnya, aksi kecil dari rumah tangga dapat memberi dampak besar ketika dilakukan secara kolektif.
Baca Juga: Diduga Rem Blong dan Sopir Mengantuk, Truk Terjun dari Tol Tangerang–Merak, Lima Orang Luka Serius
Ibu Britania Sari saat mempraktikkan pemilahan sampah
Di sela-sela pemaparan materi, Ibu Britania menghadirkan sesi kuis berhadiah doorprize untuk menguji pemahaman peserta sekaligus menciptakan suasana yang lebih interaktif. Pertanyaan seputar pengelolaan sampah, pemilahan organik dan anorganik, hingga penerapan prinsip 3R dijawab dengan antusias oleh warga. Suasana aula semakin meriah ketika beberapa Ibu-ibu dan Bapak-bapak berebut menjawab pertanyaan demi mendapatkan hadiah. Antusiasme tersebut berlanjut pada sesi tanya jawab, di mana warga aktif berdiskusi mengenai cara praktis mengurangi sampah sehari-hari. Sebagai penutup rangkaian diskusi, panitia menyerahkan kenang-kenangan kepada pembicara sebagai bentuk apresiasi.
Penyerahan kenang-kenangan kepada pembicara
Artikel Terkait
Sidang Praperadilan Nadiem Makarim Memanas: Jaksa Klaim Proses Sah, Kuasa Hukum Sebut Cacat Formil
Bayang Gencatan Senjata di Kairo: Diplomasi Gaza di Persimpangan Trump, Israel, dan Hamas
Pedangdut Cantika Davinca Klarifikasi dan Janji Tanggung Jawab atas Kecelakaan Maut
OJK Resmi Ambil Alih Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek dari Bappebti
Istri Nadiem Makarim Tegar Dampingi Sang Suami di Sidang Praperadilan Kasus Chromebook
Kejagung Cabut Paspor Riza Chalid, Buronan Kasus Korupsi Minyak Kini Berstatus Tanpa Kewarganegaraan
Jateng Perkuat Sinergi Program Menu Bergizi Gratis, Ahmad Luthfi Tegaskan Keamanan Pangan Harga Mati
Prabowo Ungkap Temuan 40.000 Ton Tanah Jarang di Smelter Ilegal Bangka Belitung, Nilainya Capai Rp128 Triliun
Prabowo Tegaskan Komitmen Hukum: Enam Smelter Ilegal di Bangka Belitung Disita, Kerugian Negara Capai Rp300 Triliun
Masyarakat Diminta Waspada Hoax, Pertamina Pastikan Kebenaran Informasi