Tim PMM UNS Gelar Sosialisasi 3R dengan Topik “Kelola Sampah, Sayangi Bumi” di Desa Taji, Klaten

Photo Author
Bangun P Lubis, Suara Pembaruan
- Selasa, 7 Oktober 2025 | 16:23 WIB

 

SUARA PEMBARUAN, Klaten - Tim PMM UNS berfoto bersama pembicara dan warga Desa Taji seusai Sosialisasi 3R

Sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan lingkungan, Tim Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) pada Sabtu, 23 Agustus 2025 di Aula Balai Desa Taji, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga agar lebih berkelanjutan. 

Tim pelaksana PMM UNS diketuai oleh Abib Tri Purnomo bersama Aling Sangwidi, dengan anggota yang telibat, yaitu Diefa Nasywa Aedelia, Elsa Rahmawati, Azizah Nadia Rahmawati, Febriyanti Zulfa Maghfira, Justine Diaz Damara, Garuda Ardhana, Cahya Anugrah Setya Irawan, Adit Tria Baharudin, Muhammad Ardenta Putra Sani, Ahmad Santoso, Fahryzal Bintang Nugraha, Wahyu Adinugroho, Dony Setiawan Nur Salim, Dewi Sulistianingrum, Arya Saputra, Dimas Danu Utama, Hanifa Elma Nabila, Nasywa Ardelia Zerlina. Kegiatan ini juga mendapat arahan langsung dari dosen pembimbing lapangan, yaitu Bapak Dr. Danar Susilo Wijayanto, S.T., M.Eng., Ibu Prof. Dr. Indah Widiastuti, S.T., M.Eng., dan Ibu Ir. Aktavia Herawati, S.P., M.Sc.

Baca Juga: Indra Cahyadinata Resmi Gantikan Retno Agustina Ekaputri sebagai Rektor Universitas Bengkulu

Acara dibuka dengan sambutan dari Abib Tri Purnomo selaku ketua pelaksana, Bapak Dr. Danar Susilo Wijayanto, S.T., M.T. selaku dosen pembimbing lapangan, serta Bapak Agus Prasetyo, A.Md. selaku Kepala Desa Taji. 

Sebelum pemaparan materi utama, pihak takmir Masjid Desa Taji memperkenalkan program “Sedekah Sampah”. Program ini mendorong warga untuk menyumbangkan sampah yang masih bernilai guna sebagai bentuk sedekah. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat desa.

Sesi inti diisi oleh Ibu Britania Sari, seorang pegiat lingkungan yang aktif dalam advokasi gaya hidup minim sampah. Dalam paparannya, beliau menyampaikan bahwa sampah plastik membutuhkan waktu hingga 500 tahun untuk terurai. Selain itu, TPA Troketon di Klaten diperkirakan hanya mampu menampung sampah hingga tahun 2027. Kondisi tersebut menunjukkan urgensi penerapan prinsip reduce, reuse, recycle sejak dari rumah. Ibu Britania juga memperkenalkan konsep “Rumah Minim Sampah”, yaitu langkah sederhana seperti memilah sampah, mengompos sisa makanan, memanfaatkan kembali barang layak pakai, hingga teknik regrow sayuran dapur. Menurutnya, aksi kecil dari rumah tangga dapat memberi dampak besar ketika dilakukan secara kolektif. 

Baca Juga: Diduga Rem Blong dan Sopir Mengantuk, Truk Terjun dari Tol Tangerang–Merak, Lima Orang Luka Serius

 

Ibu Britania Sari saat mempraktikkan pemilahan sampah

Di sela-sela pemaparan materi, Ibu Britania menghadirkan sesi kuis berhadiah doorprize untuk menguji pemahaman peserta sekaligus menciptakan suasana yang lebih interaktif. Pertanyaan seputar pengelolaan sampah, pemilahan organik dan anorganik, hingga penerapan prinsip 3R dijawab dengan antusias oleh warga. Suasana aula semakin meriah ketika beberapa Ibu-ibu dan Bapak-bapak berebut menjawab pertanyaan demi mendapatkan hadiah. Antusiasme tersebut berlanjut pada sesi tanya jawab, di mana warga aktif berdiskusi mengenai cara praktis mengurangi sampah sehari-hari. Sebagai penutup rangkaian diskusi, panitia menyerahkan kenang-kenangan kepada pembicara sebagai bentuk apresiasi.

 

Penyerahan kenang-kenangan kepada pembicara

Halaman:

Editor: Bangun P Lubis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

200 Mobil Tangki PMI Siap Hadapi Ancaman El Nino

Minggu, 21 Juni 2026 | 10:01 WIB
X