Prabowo Tutup Jalur Selundupan Timah, Target Selamatkan Triliunan Rupiah untuk Negara

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 30 September 2025 | 06:14 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto meminta kampus-kampus di Indonesia membuka studi baru bernama Serakahnomics. (setneg.go.id)
Presiden RI, Prabowo Subianto meminta kampus-kampus di Indonesia membuka studi baru bernama Serakahnomics. (setneg.go.id)

 

 

Jakarta, SUARA PEMBARUAN — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya memberantas praktik tambang ilegal, khususnya di Bangka Belitung yang selama ini menjadi pusat penyelundupan timah.

Dalam pidatonya pada Musyawarah Nasional (Munas) VI PKS di Hotel The Sultan & Residence, Jakarta, Senin (29/9), ia mengungkapkan bahwa pemerintah telah menutup sekitar 80 persen hasil timah yang sebelumnya diselundupkan ke luar negeri.

“Per 1 September, saya instruksikan TNI, Polri, dan Bea Cukai membentuk koperasi besar-besaran di Bangka Belitung untuk menghentikan penyelundupan. Selama ini hampir 80 persen timah kita diselundupkan setiap tahun, sekarang kita hentikan tambang ilegal itu,” ujar Prabowo.

Ia menekankan bahwa penindakan tegas terhadap tambang ilegal mampu menutup kebocoran besar bagi negara. “Kita perkirakan pada September hingga Desember tahun ini bisa menyelamatkan Rp22 triliun. Tahun depan, dari Bangka Belitung saja, potensi yang bisa diselamatkan mencapai Rp45 triliun,” tambahnya.

Prabowo juga menyinggung adanya kekayaan lain dari sisa produksi timah, yakni logam tanah jarang (LTJ), yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi. “Limbah timah ternyata mengandung mineral rare earth yang sangat berharga,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menegaskan operasi serupa akan dilakukan pada komoditas lain seperti nikel, batu bara, dan bauksit yang juga banyak dikuasai tambang ilegal. “Saya perintahkan agar tambang ilegal ditutup atau diambil alih oleh negara,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan amanat konstitusi. Ia meminta dukungan rakyat agar bersama-sama menjaga kekayaan alam Indonesia demi generasi mendatang.

“Saya tidak bermusuhan dengan siapa pun. Tetapi sesuai perintah UUD, bumi, air, dan seluruh kekayaan yang terkandung di dalamnya harus dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat. Hanya itu jalan agar anak cucu kita selamat,” tandasnya.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X