Surabaya, SUARA PEMBARUAN – Ribuan masyarakat Ponorogo, Jawa Timur, menyatu dalam Kirab Budaya Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2025. Kirab sejauh 8 kilometer diberangkatkan dan berakhir di Monumen Bantarangin, Desa Somoroto, Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo, Sabtu (26/7/2025).
Kirab Budaya ini menurut Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko,menjadi puncak rangkaian Grebeg Tutup Suro Bantarangin tahun 2025. Beberapa acara telah dilakukan sebelumnya seperti pagelaran wayang dan kenduri agung.
Budaya ini, mulai dilaksanakan dan dikreasikan pada tahun 2010 saat Kabupaten Ponorogo dipimpin Bupati H Amin yang saat ini menjadi Ketua Yayasan Bantarangin. "Konon menurut cerita tempat ini lah bumi kelahiran Reog Ponorogo, namanya Bantarangin," Kata Sugiri.
Dalam kesempatan ini dilakukan prosesi Penyerahan Pusaka Cemethi Samandiman Dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kepada Pemeran Prabu Klono Sewandono sebagai penanda bahwa Kirab Budaya Bantaringin tahun 2025 dimulai.
Gubernur mengatakan, Grebeg Tutup Suro Bantarangin bisa menjadi referensi budaya bagi masyarakat bangsa dan negara. Tradisi ini juga terhubung erat dengan sejarah panjang lahirnya Reog Ponorogo yang diyakini berasal dari Kerajaan Bantarangin.
Di daerah ini terdapat warisan budaya yang telah sangat tersohor, yakni Reog Ponorogo, yang telah ditetapkan sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO pada tahun 2024. Kita sampaikan kepada masyarakat bangsa dan negara bahwa Ponorogo memang luar biasa, budayanya yang luar biasa, budayawannya juga luar biasa.
"Mari kita tetap menjaga keluhuran budaya kita. Kalau bukan kita yang menjaganya siapa lagi,” ujarnya.
Ia, menuturkan, kirab budaya ini memilki arti penting dalam upaya pelestarian budaya. Namun di sisi lain juga dibutuhkan inovasi dan kreativitas agar budaya ini terus tumbuh dan terjaga.
Sebagaimana diketahui Ponorogo merupakan daerah yang kaya akan potensi budaya dan pariwisata. Setidaknya terdapat 180 objek pemajuan kebudayaan yang tercatat dalam rekap PPKD tahun 2022, terdiri atas 10 tradisi lisan, 2 manuskrip, 11 adat istiadat, 22 ritus, 64 pengetahuan tradisional, 1 bahasa, 2 permainan rakyat, 9 olahraga tradisional, dan 35 seni.
Sementara itu, kirab budaya yang menempuh rute sepanjang 8 kilometer, dimulai dari Monumen Bantarangin – Jalan Sabuk Janur - Jalan Sayang Ayu – Jalan Raya Ponorogo Ngumpul - Gerdon – Jalan Ahmad Yani – Jalan Jendral Sudirman - Kerun Ayu – Balai Desa Carat – Balai Desa Kauman - Jalan Yos Sudarso – Perempatan Sampung – Jalan - Diponegoro – Srawungan – Jalan MT Haryono – Jalan Sabuk Janur dan diakhiri di Monumen Bantarangin.
Artikel Terkait
Pemprov Jatim Bebaskan Tunggakan PKB Roda Dua untuk Masyarakat Kurang Mampu dan Ojol
Jawa Timur Siap Sukseskan Peremajaan Tebu Rakyat, Produksi Gula Nasional 51,87% Dihasilkan Jatim
Hutan Mangrove Jatim 30.839,3 Hektare, Terluas di Pulau Jawa