Gubernur BI Dorong Produksi Hijab Lokal Pesantren untuk Perkuat Ekonomi Syariah

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 16 Mei 2025 | 11:35 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. (Instagram.com/@perrywarjiyo76)
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. (Instagram.com/@perrywarjiyo76)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengajak pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) khususnya dari lingkungan pondok pesantren untuk mengambil peran lebih besar dalam industri busana muslim, termasuk produksi hijab lokal.

Perry menyoroti tingginya angka impor hijab dari luar negeri, terutama dari China, yang menurutnya menjadi peluang hilang bagi sektor UMKM dalam negeri. Ia mendorong agar potensi lokal dimaksimalkan demi memperkuat perekonomian nasional.

“Kenapa kita masih impor hijab dari China, padahal UMKM di berbagai daerah seperti di Tasikmalaya punya potensi besar untuk produksi sendiri,” ujarnya dalam acara Sarasehan Ekonom Islam Indonesia, Kamis, 15 Mei 2025.

Ia menekankan bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem usaha berbasis syariah, mulai dari sektor pertanian hingga industri kreatif seperti busana muslim.

Lebih lanjut, Perry meyakini bahwa pemberdayaan UMKM pesantren tidak hanya bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal, tetapi juga mampu memperkuat sistem keuangan syariah nasional di tengah tantangan ekonomi global.

“Pesantren bisa jadi pusat produksi pangan, tekstil, hingga ekspor. Ini bagian dari ekonomi syariah yang mandiri dan berdaya saing,” kata Perry.

Meski kondisi global penuh tantangan, Perry tetap optimis ekonomi berbasis nilai-nilai syariah di Indonesia akan terus berkembang. “Ujian adalah bentuk kasih sayang Tuhan, dan saya yakin ekonomi keuangan syariah kita akan terus tumbuh,” pungkasnya.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X