Sido Muncul Terima Penghargaan Industri Ramah Lingkungan di Forum Energi Jawa Tengah

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Sabtu, 3 Mei 2025 | 12:16 WIB
Perwakilan Sido Muncul (kiri) menerima penghargaan dari Gubernur Jateng yang diwakili Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sudjarwanto Dwiatmoko.
Perwakilan Sido Muncul (kiri) menerima penghargaan dari Gubernur Jateng yang diwakili Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sudjarwanto Dwiatmoko.

 


Semarang, SUARA PEMBARUANPT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali mencatat prestasi dengan meraih penghargaan sebagai juara pertama kategori industri dalam Gerakan Hemat Energi dan Air (HEA) 2025. Penghargaan ini diberikan dalam acara Central Java Youth Sustainability Forum 2025 di Legacy Hall Semarang, Sabtu (3/5).


Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerja sama dengan Institute for Essential Services Reform (IESR), lembaga yang berfokus pada isu keberlanjutan dan transisi energi di Indonesia.

 

Perwakilan Sido Muncul, Yulius Ajie dan Iwan Setyo Wibowo, menyampaikan bahwa Sido Muncul telah lama menempatkan efisiensi energi dan air sebagai prioritas utama. Berbagai program diterapkan untuk menekan konsumsi energi dan meningkatkan efektivitas penggunaan sumber daya.


“Sebagai industri yang bergantung pada sumber daya alam, kami sadar pentingnya menjaga lingkungan. Kalau alam rusak, bahan baku akan sulit diperoleh. Maka dari itu, kami berkomitmen pada praktik industri berkelanjutan dan penggunaan energi terbarukan,” jelasnya.


Saat ini, Sido Muncul telah mencapai penggunaan energi terbarukan hingga 91 persen, dan berhasil mengurangi emisi karbon sekitar 18 ribu ton CO2 ekuivalen per tahun. Sisanya, 9 persen masih menggunakan energi fosil yang juga tengah diupayakan efisiensi lebih lanjut.


Di lingkungan internal, perusahaan juga aktif mendorong efisiensi lewat Sido Muncul Improvement Forum (SMIF) yang rutin digelar setiap tahun. Melalui forum ini, karyawan didorong untuk menyumbangkan ide kreatif demi peningkatan mutu dan efisiensi perusahaan, termasuk digitalisasi administrasi yang mengurangi pemakaian kertas dan mempercepat proses kerja.


Kepala Dinas ESDM Jateng, Boedyo Darmawan, menyatakan bahwa forum tahun ini mengangkat tema “Jejak Muda, Bumi Lestari: Ngopeni lan Nglakoni Transisi Energi Jawa Tengah” yang mendorong peran pemuda dalam proses transisi energi serta memperkuat desa mandiri energi.


Forum ini diikuti sekitar 350 peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, pemerintah daerah, media, dan penerima penghargaan. Diskusi panel juga digelar untuk memperkaya wawasan peserta dalam transisi menuju energi bersih demi target nol emisi karbon pada 2060.

 

“Kami ingin anak muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor utama dalam perubahan menuju energi yang lebih bersih dan berkeadilan,” ujar Boedyo Darmawan.


 “Forum ini menjadi ruang temu, berbagi praktik baik, dan merumuskan langkah strategis bersama,”imbuhnya.


Selama forum berlangsung, peserta mengikuti berbagai sesi diskusi, lokakarya, dan pameran inovasi energi terbarukan yang telah diterapkan di desa-desa di Jawa Tengah. Beberapa pemuda juga mempresentasikan proyek sosial dan teknologi berbasis energi terbarukan yang mereka kembangkan di komunitas masing-masing.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB
X