Semarang, SUARA PEMBARUAN – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali mencatat prestasi dengan meraih penghargaan sebagai juara pertama kategori industri dalam Gerakan Hemat Energi dan Air (HEA) 2025. Penghargaan ini diberikan dalam acara Central Java Youth Sustainability Forum 2025 di Legacy Hall Semarang, Sabtu (3/5).
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerja sama dengan Institute for Essential Services Reform (IESR), lembaga yang berfokus pada isu keberlanjutan dan transisi energi di Indonesia.
Perwakilan Sido Muncul, Yulius Ajie dan Iwan Setyo Wibowo, menyampaikan bahwa Sido Muncul telah lama menempatkan efisiensi energi dan air sebagai prioritas utama. Berbagai program diterapkan untuk menekan konsumsi energi dan meningkatkan efektivitas penggunaan sumber daya.
“Sebagai industri yang bergantung pada sumber daya alam, kami sadar pentingnya menjaga lingkungan. Kalau alam rusak, bahan baku akan sulit diperoleh. Maka dari itu, kami berkomitmen pada praktik industri berkelanjutan dan penggunaan energi terbarukan,” jelasnya.
Saat ini, Sido Muncul telah mencapai penggunaan energi terbarukan hingga 91 persen, dan berhasil mengurangi emisi karbon sekitar 18 ribu ton CO2 ekuivalen per tahun. Sisanya, 9 persen masih menggunakan energi fosil yang juga tengah diupayakan efisiensi lebih lanjut.
Di lingkungan internal, perusahaan juga aktif mendorong efisiensi lewat Sido Muncul Improvement Forum (SMIF) yang rutin digelar setiap tahun. Melalui forum ini, karyawan didorong untuk menyumbangkan ide kreatif demi peningkatan mutu dan efisiensi perusahaan, termasuk digitalisasi administrasi yang mengurangi pemakaian kertas dan mempercepat proses kerja.
Kepala Dinas ESDM Jateng, Boedyo Darmawan, menyatakan bahwa forum tahun ini mengangkat tema “Jejak Muda, Bumi Lestari: Ngopeni lan Nglakoni Transisi Energi Jawa Tengah” yang mendorong peran pemuda dalam proses transisi energi serta memperkuat desa mandiri energi.
Forum ini diikuti sekitar 350 peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, pemerintah daerah, media, dan penerima penghargaan. Diskusi panel juga digelar untuk memperkaya wawasan peserta dalam transisi menuju energi bersih demi target nol emisi karbon pada 2060.
“Kami ingin anak muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor utama dalam perubahan menuju energi yang lebih bersih dan berkeadilan,” ujar Boedyo Darmawan.
“Forum ini menjadi ruang temu, berbagi praktik baik, dan merumuskan langkah strategis bersama,”imbuhnya.
Selama forum berlangsung, peserta mengikuti berbagai sesi diskusi, lokakarya, dan pameran inovasi energi terbarukan yang telah diterapkan di desa-desa di Jawa Tengah. Beberapa pemuda juga mempresentasikan proyek sosial dan teknologi berbasis energi terbarukan yang mereka kembangkan di komunitas masing-masing.
Artikel Terkait
Kunjungi Sido Muncul, Puan Maharani Berharap Produk Sido Muncul Makin Dipercaya Masyarakat
Gandeng Petenis Prancis Alize Lim Jadi Brand Ambassador Tolak Angin, Cara Irwan Hidayat agar Sido Muncul Terus Mendunia
Jurnalis Semarang Kunjungi Kantor Baru Sido Muncul, Melihat Irwan Hidayat Bernyanyi dan Berbaur dengan Beragam Kalangan
Raih Gelar Doktor Kehormatan dari UNNES, Irwan Hidayat: Saya Belajar 108 SKS di Universitas Sido Muncul
Berbagi Kasih kepada Sesama, Sido Muncul Sambut Lebaran dengan Santuni 1.000 Dhuafa di Kabupaten Semarang