Pulau Enggano Terisolasi, Stok Pangan Terbatas, Pelayanan Kesehatan, Pendidikan dan Ekonomi Tak Maksimal

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Senin, 14 April 2025 | 06:22 WIB
Alat berat exavator mulai mengeruk alur pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu agar kapal-kapal bisa merapat di pelabuhan ini dengan baik.(Foto/Ist)
Alat berat exavator mulai mengeruk alur pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu agar kapal-kapal bisa merapat di pelabuhan ini dengan baik.(Foto/Ist)

Ia juga berterima kasih pada banyak pihak yang peduli dengan warga Pulau Enggano, mulai dari gubernur, Kapolda, Danrem, bupati, kapolres dan Pelindo. "Warga Enggano berterima kasih atas kepedulian banyak pihak semoga pengerukan alur cepat selesai sehingga keadaan menjadi nirmal," sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai di Kota Bengkulu akibatkan kapal menuju Enggano berhenti beroperasi.

Baca Juga: Pemprov Serahkan Pengelolaan Pantai Panjang ke Pemkot Bengkulu

General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, S. Joko, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus melakukan upaya pengerukan alur pelayaran yang dinilai sudah dalam tahap kritis.

“Kami berkomitmen untuk memastikan pelayanan kepelabuhanan tetap berjalan optimal demi menjaga roda ekonomi daerah, termasuk distribusi logistik ke Pulau Enggano,” ujar Joko dalam rilisnya yang diterima kompas.com beberapa waktu lalu.

Untuk saat ini, peralatan yang digunakan untuk melakukan pengerukan yaitu 3 ekskavator, 1 Wheel loader, 3 truk dan 1 kapal keruk hopper Nera 02 dengan produksi rata-rata 1.500 meter kubik per hari.(*)

 

 

Halaman:

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X