Buntut Insiden Pemukulan Ajudan Kapolri kepada Wartawan, Makna Zaezar: Harus Ada Langkah Nyata dan Tegas dari Polri

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 7 April 2025 | 10:18 WIB
Ipda E (nomor 3 dari kanan) saat menyampaikan permintaan maaf kepada pewarta foto LKBN Antara, Makna Zaezar (paling kiri) usai insiden pemukulan oleh dirinya di Stasiun Tawang beberapa waktu lalu.
Ipda E (nomor 3 dari kanan) saat menyampaikan permintaan maaf kepada pewarta foto LKBN Antara, Makna Zaezar (paling kiri) usai insiden pemukulan oleh dirinya di Stasiun Tawang beberapa waktu lalu.



Semarang, SUARA PEMBARUAN - Kasus pemukulan yang dialami oleh pewarta foto LKBN Antara Biro Jateng, Makna Zaezar, akhirnya berujung permintaan maaf.

Anggota tim pengamanan protokoler Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Ipda E, menyampaikan permintaan maaf terkait insiden polisi pukul jurnalis di Stasiun Semarang Tawang, Sabtu (5/4/2025).Baca Juga: PWI, AJI dan PFI Kecam Kekerasan terhadap Jurnalis oleh Ajudan Kapolri

Permintaan maaf tersebut disampaikan langsung oleh Ipda E dalam pertemuan resmi yang digelar di kantor Perum LKBN Antara Biro Jawa Tengah, Semarang, pada Minggu (6/4/2025) malam.


Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto selaku perwakilan dari Polri, Direktur Pemberitaan Antara Irfan Junaidi, pewarta foto Antara Makna Zaesar, dan Ipda E.Baca Juga: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Apresiasi Fasilitas Mudik Gratis dari TNI AL


"Saya menyesal dan menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan media atas kejadian di Stasiun Tawang," ujar Ipda E dalam pernyataannya.

Ia berharap ke depan dapat menjalankan tugas dengan lebih humanis, profesional, dan dewasa.

Makna Zaesar menerima permintaan maaf tersebut. Namun, dirinya berharap tetap ada tindak lanjut secara institusional dari pihak kepolisian atas insiden polisi pukul jurnalis itu.Baca Juga: Kapolri Pimpin Pelepasan One Way Nasional Tol Kalikangkung-Cikampek

"Maaf saya terima, tapi harus ada langkah nyata dan tegas dari institusi kepolisian sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keadilan," tegas Makna.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyatakan Polri menyesalkan insiden yang seharusnya tidak terjadi tersebut. Dalam prosedur pengamanan, tindakan emosional seharusnya dihindari.Baca Juga: Posko Mudik BUMN PNM di Balikpapan dan Padang Siap Layani Arus Balik Mudik Lebaran

"Situasi saat kejadian memang sangat ramai dan penuh sesak," jelasnya.

Menurut Artanto, Polri akan melakukan penyelidikan terhadap kejadian ini. Jika ditemukan pelanggaran, maka sanksi akan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami menegaskan bahwa pers adalah mitra Polri dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat," tegasnya.Baca Juga: Kehadiran Modular Pertashop di Konawe Utara, Pastikan Layanan BBM Arus Balik Tetap Aman

“Insan Pers adalah mitra strategis Polri dalam menyampaikan informasi kepada publik. Kami harap kemitraan yang harmonis ini bisa terus terjaga. Insiden ini harus menjadi bahan pembelajaran bersama agar tidak terulang kembali,” imbuhnya.

Direktur Pemberitaan Antara Irfan Junaidi juga menyayangkan terjadinya insiden ini. Ia menekankan Polri dan pers memiliki tanggung jawab bersama dalam melayani publik.Baca Juga: Libur Lebaran, Nelayan Pantai Pengubaian Kaur Kebanjiran Rezeki Sewakan Perahu ke Wisatawan

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB
X