Tahun 2023 Miskin Ekstrem di Gowa Lebih 1.108 Jiwa.
GOWA - SUARA PEMBARUAN – Salah satu program yang menjadi fokus seratus hari kerja awal Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang dan Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin adalah penanganan masalah kemiskinan ekstrem. Keduanya sudah memberi contoh dengan menjadi orang tua asuh. Namun, masalah tentu tidak sesederhana itu menurunkan angka kemiskinan apalagi jumlah warga miskin ekstrem di Gowa tercatat lebih 1.108 jiwa.
Data tersebut dipaparkan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gowa, Sujjadan beberapa waktu lalu. Menurutnya, jumlah miskin ekstrem di Gowa sekira 0,14 persen dari jumlah penduduk di Kabupaten tetangga Kota Makassar itu per tahun 2023.
Menyiasati penanggulangan masalah sosial tersebut, Husniah Talenrang menempuh langkah strategis melibatkan seluruh Lurah dan Kades, disertakan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin bupati, terkait progres pelaksanaan program 100 hari kerja kepemimpinannya di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Senin (17/3).
Rakor ini diikuti Sekretaris Daerah, Andy Azis, para pimpinan SKPD, kabag, camat, kepala desa dan lurah lingkup Pemkab Gowa.
Pada kesempatan tersebut, Husniah mengingatkan pentingnya peran seluruh pihak dalam menyukseskan program “Gowa Bersama” yang telah dicanangkan, termasuk para kepala desa dan lurah.
“Program 100 hari kerja ini sudah berjalan kurang lebih tiga pekan. Dalam menyukseskan program ini dibutuhkan kerjasama dan kolaborasi bersama seluruh stakeholder yang ada, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa/lurah,” ungkapnya.
Husniah menyebut, dirinya maupun Wabup Gowa turun langsung ke lapangan menjadi orang tua asuh dalam menurunkan angka miskin ekstrem di Kabupaten Gowa. Begitupun dengan Gowa Bersih/Annangkasi yang sudah berjalan khususnya pada titik-titik yang menjadi ikon Kabupaten Gowa termasuk perkantoran dan rumah ibadah agar dipastikan bersih dan nyaman serta mampu dilanjutkan hingga di tingkat desa/kelurahan.
Kemudian Gowa Cerdas/Caradde juga telah dilaunching yang mewajibkan siswa TK, SD dan SMP mengaji 30 menit sebelum pembelajaran dimulai, Gowa Sehat yang memberikan pemeriksaaan kesehatan dasar gratis bagi lansia dan yang berulang tahun.
“Dalam semua program ini dibutuhkan keterlibatan Kepala Desa dan Lurah dengan memastikan wilayah bersih, mendukung Ayo Mengaji, memastikan warganya mengetahui dan ikut program Gowa Sehat, dan bekerjasama dengan aparat kemanan dalam meminimalisir tingkat kriminalitas di wilayah,” tegasnya.
Ditempat yang sama, Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin menyampaikan pentingnya perubahan paradigma bagi seluruh pejabat di lingkup Pemkab Gowa. Ia berharap agar tidak hanya laporan yang masuk, tetapi juga aksi nyata di lapangan.
“Khusus SKPD, mari mengubah kebiasaan lama, misalnya DLH yang dalam lima tahun kedepan akan bekerja sangat keras terkait kebersihan. Ini juga menjadi tanggungjawab kepala desa/lurah di wilayah masing-masing. Program 100 hari kerja ini harus berhasil yang nantinya akan dilanjutkan untuk program lima tahun kedepan,” jelasnya.
Sementara Lurah Bontoparang, Syahbandar mengaku siap menyukseskan program 100 hari kerja Bupati dan Wabup Gowa ini, salah satunya persoalan masyarakat miskin ekstrem.
“Di tempat kami terdapat 2 kk yang tergolong masyarakat miskin ekstrem, kami sudah turun langsung beberapa kali bersama SKPD selaku orang tua asuh. Alhamdulillah ada solusi untuk keluarga tersebut yang diharapkan bisa segera terlepas dari miskin ekstrem ini,” pungkasnya. (SP.news)